BPS Catat Pengeluaran Bumbu Masyarakat Kayong Utara Rp3.925 Per Minggu
monitorkayong.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita penduduk Kabupaten Kayong Utara untuk membeli komoditas bumbu-bumbuan mengalami peningkatan menjadi Rp3.925 per minggu pada 2025.
Angka ini mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan alokasi belanja bumbu pada tahun sebelumnya yang sebesar Rp3.517 per kapita per minggu. Berdasarkan data publikasi BPS, lonjakan konsumsi tersebut dipicu oleh tingkat inflasi bulanan (month-to-month) di wilayah Kayong Utara yang menyentuh angka 5,89 persen, seiring dengan pertumbuhan ekonomi daerah yang tumbuh pada kisaran 5,89 persen.
Secara nasional, nominal alokasi belanja kelompok bumbu-bumbuan di Kabupaten Kayong Utara menempati urutan ke-178 dari seluruh daerah di Indonesia, di mana angka tersebut masih berada di atas rata-rata pengeluaran nasional untuk bumbu yang sebesar Rp257 per kapita per minggu.
Komposisi belanja masyarakat Kayong Utara untuk kelompok ini paling besar dialokasikan untuk pembelian kunyit yang mencapai Rp616 per kapita per minggu, disusul penyedap masakan atau vetsin sebesar Rp547, asam Rp526, serta kecap Rp493.
Sebaliknya, pengeluaran paling rendah masyarakat di daerah pesisir Kalimantan Barat ini tercatat pada porsi belanja sambal kemasan atau sambal jadi yang hanya sebesar Rp68 per kapita per minggu.
Secara keseluruhan, total rata-rata pengeluaran per kapita masyarakat Kabupaten Kayong Utara untuk seluruh kebutuhan konsumsi makanan dan non-makanan tercatat sebesar Rp1,37 juta per bulan pada Maret 2025, atau terkoreksi 11,03 persen dibanding periode Maret 2024.***
