Selasa, 03 Nov 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Daerah
Daerah

109 Kasus TBC di Kayong Utara hingga Oktober 2026, Teluk Batang Tertinggi

✍️ Yuliana 🕒 27 Oct 2026 👁️ 4x dibaca
Pelaksanaan pelacakan TBC didukung fasilitas pemeriksaan menggunakan alat portable X-ray atau rontgen portabel dari kementerian kesehatan.
Pelaksanaan pelacakan TBC didukung fasilitas pemeriksaan menggunakan alat portable X-ray atau rontgen portabel dari kementerian kesehatan. Foto: istimewa

monitorkayong.com – Sebanyak 109 kasus tuberkulosis (TBC) tercatat di Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, selama Januari hingga Oktober 2026. Wilayah kerja Puskesmas Teluk Batang menjadi penyumbang kasus terbanyak dengan total 21 kasus.

Pengawas Tuberkulosis (Wasor TB) Kabupaten Kayong Utara, Ni Wayan Sri Styawati, menyampaikan data tersebut saat memberikan keterangan terkait pelaksanaan kegiatan pelacakan atau tracing TBC di Kecamatan Sukadana, Minggu (25/10/2026).

Setelah Teluk Batang, jumlah kasus terbanyak ditemukan di wilayah kerja Puskesmas Teluk Melano dengan 14 kasus. Berikutnya, wilayah Sungai Paduan menempati posisi ketiga, sedangkan Sukadana berada di urutan keempat dengan 11 kasus.

“Untuk kasus TB di Kayong Utara sejauh tahun 2026 ini, dari bulan Januari sampai Oktober berjumlah 109 kasus. Kasus tertinggi berada di Puskesmas Teluk Batang dengan jumlah 21 kasus,” ungkap Ni Wayan.

Untuk memperkuat penemuan kasus dan mempercepat penanganan, Pemerintah Kabupaten Kayong Utara menjalankan program tracing TBC yang mendapat dukungan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Dalam program tersebut, Kayong Utara memperoleh alokasi 19 lokus kegiatan yang tersebar di 11 puskesmas. Khusus di Kecamatan Sukadana, pelacakan dilaksanakan di dua lokasi, yakni Harapan Mulia pada 24 Oktober dan Desa Sutra pada 25 Oktober 2026, dengan target sasaran sebanyak 100 peserta.

“Kegiatan tracing TBC ini merupakan program dari Kementerian Kesehatan, di mana Kabupaten Kayong Utara mendapatkan 19 lokus yang tersebar di 11 puskesmas,” jelasnya.

Pemeriksaan Didukung Rontgen Portabel

Pelaksanaan pelacakan TBC tersebut juga didukung penggunaan alat portable X-ray atau rontgen portabel dari Kementerian Kesehatan. Fasilitas ini membantu tenaga kesehatan melakukan pemeriksaan terhadap masyarakat yang dicurigai mengalami TBC, termasuk mereka yang kesulitan mengeluarkan dahak untuk pemeriksaan laboratorium.

Selain rontgen portabel, fasilitas Tes Cepat Molekuler (TCM) juga tersedia di Puskesmas Teluk Batang dan RSUD Sultan Muhammad Jamaludin I. Pemeriksaan TCM menggunakan sampel dahak untuk membantu memastikan diagnosis TBC sekaligus mendeteksi kemungkinan resistansi terhadap obat tertentu.

Dukungan fasilitas pemeriksaan tersebut diharapkan membantu proses penemuan kasus secara lebih dini sehingga masyarakat yang terdiagnosis TBC dapat segera memperoleh penanganan sesuai kebutuhan medis.

Upaya pelacakan dan pemeriksaan ini menjadi bagian penting dalam pengendalian TBC di Kayong Utara, terutama untuk menjangkau masyarakat yang berisiko dan memperkuat penanganan kasus di wilayah kerja puskesmas.

Y
YulianaEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update