Selasa, 03 Nov 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Daerah
Daerah

293 Kasus DBD di Kayong Utara, Sukadana Tertinggi dan Satu Pasien Meninggal

✍️ Yuliana 🕒 29 Oct 2026 👁️ 4x dibaca
Epidemiolog Kesehatan Ahli Muda Dinas Kesehatan dan KB Kabupaten Kayong Utara, Zulfiarrahman dan tim saat turun ke lapangan.
Epidemiolog Kesehatan Ahli Muda Dinas Kesehatan dan KB Kabupaten Kayong Utara, Zulfiarrahman dan tim saat turun ke lapangan. Foto: istimewa

monitorkayong.com – Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kabupaten Kayong Utara mencatat 293 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang tersebar di enam kecamatan. Kecamatan Sukadana menjadi wilayah dengan jumlah kasus tertinggi, yakni 133 kasus, sekaligus lokasi ditemukannya satu kasus kematian akibat penyakit tersebut.

Epidemiolog Kesehatan Ahli Muda Dinas Kesehatan dan KB Kabupaten Kayong Utara, Zulfiarrahman, mengatakan kasus DBD ditemukan di seluruh kecamatan dengan jumlah yang bervariasi.

Setelah Sukadana, Kecamatan Teluk Batang mencatat 67 kasus, disusul Teluk Melano sebanyak 56 kasus dan Seponti dengan 39 kasus. Sementara itu, Pulau Maya mencatat delapan kasus dan Kepulauan Karimata satu kasus.

“Dari 293 kasus ini tersebar di enam kecamatan. Untuk kecamatan yang tertinggi adalah Kecamatan Sukadana yaitu sebanyak 133 kasus, kemudian Kecamatan Teluk Batang 67 kasus, Teluk Melano 56 kasus, Seponti 39 kasus, Pulau Maya delapan, dan Kepulauan Karimata ada satu,” ujar Zulfiarrahman.

Dari keseluruhan kasus tersebut, satu pasien dilaporkan meninggal dunia dan berasal dari Kecamatan Sukadana.

Menanggapi kondisi itu, Dinas Kesehatan dan KB bersama jajaran puskesmas telah melakukan sejumlah langkah penanggulangan untuk menekan penyebaran penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti tersebut.

Upaya yang dilakukan meliputi edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat, pemberian bubuk abate pada tempat penampungan air, serta pengasapan atau fogging di wilayah terdampak.

Meski demikian, Zulfiarrahman menegaskan bahwa upaya pengendalian DBD tidak dapat hanya mengandalkan tenaga kesehatan. Keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dan mencegah perkembangbiakan nyamuk menjadi bagian penting dalam menekan risiko penularan.

“Bukan hanya Dinas Kesehatan, Puskesmas, ataupun siapa saja. Yang penting saat ini adalah masyarakat bisa secara mandiri untuk melakukan upaya pencegahan, tentunya juga dengan melakukan 3M Plus,” jelasnya.

Masyarakat diimbau menerapkan gerakan 3M Plus secara konsisten, yakni menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah penyimpanan air, serta mendaur ulang atau menyingkirkan barang bekas yang berpotensi menjadi tempat genangan.

Langkah tambahan juga dapat dilakukan dengan menggunakan losion antinyamuk, memasang kelambu saat tidur, dan memanfaatkan cara lain yang sesuai untuk mengurangi risiko gigitan nyamuk.

Melalui upaya bersama antara pemerintah dan masyarakat, penyebaran DBD di Kayong Utara diharapkan dapat ditekan. Kewaspadaan terhadap tempat berkembang biaknya nyamuk perlu terus ditingkatkan agar risiko bertambahnya kasus dan kematian dapat diminimalkan.

Y
YulianaEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update