Selasa, 03 Nov 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Daerah
Daerah

Darurat DBD Kayong Utara: 293 Kasus Tersebar di Enam Kecamatan, Satu Orang Dilaporkan Meninggal

✍️ M Fadli 🕒 29 Oct 2026 👁️ 5x dibaca
Epidemiolog Kesehatan Ahli Muda Dinas Kesehatan dan KB Kabupaten Kayong Utara, Zulfiarrahman dan tim saat turun ke lapangan.
Epidemiolog Kesehatan Ahli Muda Dinas Kesehatan dan KB Kabupaten Kayong Utara, Zulfiarrahman dan tim saat turun ke lapangan. Foto: pontianakpost.jawapos.com

Kasus penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, menunjukkan eskalasi yang memerlukan perhatian serius dari seluruh elemen masyarakat. Berdasarkan data resmi yang dirilis oleh instansi berwenang, tercatat ada sebanyak 293 kasus infeksi virus yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti ini telah menjangkiti warga di berbagai wilayah. Dari total keseluruhan angka tersebut, wilayah Kecamatan Sukadana menduduki peringkat tertinggi dengan kemunculan kasus terbanyak yang mencapai 133 penderita, serta menyumbangkan satu-satunya catatan kasus kematian akibat komplikasi penyakit berbahaya ini di wilayah tersebut.

Penyebaran wabah ini terpantau tidak hanya terkonsentrasi di satu titik saja, melainkan telah meluas ke berbagai kawasan. Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kabupaten Kayong Utara memetakan bahwa ratusan kasus infeksi tersebut telah tersebar merata di enam kecamatan berbeda di bumi Sukadana. Luasnya sebaran wilayah yang terdampak mengindikasikan bahwa potensi perkembangbiakan vektor nyamuk pembawa penyakit masih sangat tinggi di tengah lingkungan permukiman penduduk, terutama didukung oleh faktor cuaca dan kondisi kebersihan lingkungan yang kurang terjaga secara optimal.

Menanggapi situasi darurat kesehatan ini, jajaran pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana bersama pihak puskesmas setempat tidak tinggal diam. Berbagai langkah taktis langsung diterjunkan ke lapangan guna meredam laju penularan agar tidak semakin meluas. Intervensi medis dan preventif yang telah direalisasikan di antaranya meliputi kegiatan penyuluhan langsung kepada warga, distribusi bubuk abate secara gratis untuk dimasukkan ke dalam bak penampungan air bersih, serta pelaksanaan pengasapan atau fogging di titik-titik krusial yang telah dikonfirmasi menjadi lokasi ditemukannya kasus DBD.

Kendati demikian, pihak otoritas kesehatan mengingatkan bahwa intervensi dari pemerintah semata tidak akan membuahkan hasil yang maksimal tanpa adanya kesadaran kolektif dari masyarakat. Peran aktif warga dalam menjaga kebersihan lingkungan rumah tangga menjadi kunci utama dalam memutus rantai penularan virus dengue ini. Terlebih, karakteristik nyamuk pembawa virus ini sangat gemar berkembang biak di genangan-genangan air jernih yang ada di sekitar tempat tinggal manusia.

Sebagai bentuk antisipasi jangka panjang, masyarakat diimbau untuk konsisten menggalakkan kembali gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui penerapan metode 3M Plus. Langkah dasar yang dimaksud mencakup kegiatan menguras tempat-tempat penampungan air secara rutin, menutup rapat wadah penyimpanan air agar tidak menjadi media bertelur nyamuk, serta mendaur ulang atau memusnahkan berbagai barang bekas yang berpotensi menampung air hujan di pekarangan rumah.

Selain langkah 3M utama tersebut, masyarakat juga sangat disarankan untuk melengkapinya dengan tindakan pencegahan ekstra guna menghindari risiko gigitan nyamuk secara langsung di dalam maupun di luar ruangan. Upaya tambahan yang efektif dapat berupa pemanfaatan losion antinyamuk, penggunaan kelambu saat tidur malam maupun siang hari, hingga menanam tumbuhan pengusir nyamuk seperti pemanfaatan minyak serai di sekitar ventilasi rumah.

Melalui keterlibatan aktif yang konsisten antara pemerintah daerah, tenaga medis di puskesmas, dan kepedulian mandiri setiap warga, lonjakan kasus DBD di Kabupaten Kayong Utara diharapkan dapat segera ditekan dan dikendalikan dengan baik demi keselamatan bersama. Sebagaimana penegasan yang disampaikan oleh Epidemiolog Kesehatan Ahli Muda Dinas Kesehatan dan KB Kabupaten Kayong Utara, Zulfiarrahman, kesadaran personal memegang peranan vital dalam memutus rantai penularan ini:

“Bukan hanya Dinas Kesehatan, puskesmas, ataupun siapa saja. Yang penting saat ini adalah masyarakat bisa secara mandiri melakukan upaya pencegahan, tentunya juga dengan melakukan 3M Plus,”

MF
M FadliEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update