Selasa, 03 Nov 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Ekonomi
Ekonomi

KUR Bank Kalbar Ditargetkan Rp1 Triliun pada 2027, UMKM Jadi Sasaran

✍️ Yuliana 🕒 26 Oct 2026 👁️ 4x dibaca
Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman.
Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman. Foto: istimewa

monitorkayong.com – Plafon Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk Bank Kalbar ditargetkan meningkat menjadi Rp1 triliun pada 2027, naik dari Rp800 miliar pada 2026. Peningkatan pembiayaan ini diharapkan memperluas akses permodalan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kalimantan Barat.

Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menyampaikan target tersebut dalam kegiatan Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) di Hotel Mercure Pontianak, Senin (19/10/2026).

Secara nasional, pemerintah juga mendorong peningkatan plafon KUR dari sekitar Rp1.500 triliun menjadi Rp2.000 triliun pada 2027. Kebijakan tersebut diarahkan untuk memperluas pembiayaan usaha, meningkatkan kapasitas produksi, serta membantu pelaku UMKM menjangkau pasar yang lebih luas.

Maman menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, lembaga keuangan, dan pemangku kepentingan lainnya agar penyaluran KUR berjalan optimal dan tepat sasaran. Kesiapan likuiditas perbankan juga perlu diperhatikan untuk mendukung perluasan pembiayaan.

Selain akses permodalan, penguatan ekonomi daerah di Kalimantan Barat turut diarahkan melalui pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang terhubung dengan kegiatan UMKM.

Pariwisata dan UMKM Didorong Saling Menguatkan

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalimantan Barat mengembangkan Program Pengembangan Ekonomi Daerah dengan mengintegrasikan UMKM, pariwisata, dan ekonomi kreatif. Kota Singkawang menjadi salah satu lokasi percontohan untuk menghubungkan potensi destinasi wisata dengan aktivitas ekonomi masyarakat.

Kepala OJK Kalbar, Rochma Hidayati, mengatakan pengembangan ekonomi lokal perlu dilakukan secara terpadu agar mampu menciptakan nilai tambah, membuka peluang usaha, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, UMKM, pariwisata, dan ekonomi kreatif merupakan satu ekosistem yang perlu saling mendukung untuk membangun rantai nilai ekonomi lokal.

Program tersebut menyasar kawasan Nyarumkop dan Desa Wisata Batu Belimbing di Singkawang. Pengembangannya mencakup peningkatan daya tarik wisata, aksesibilitas, serta amenitas atau fasilitas pendukung bagi pengunjung.

Salah satu bentuk dukungan yang diberikan adalah pembangunan delapan saung dengan melibatkan konsorsium perbankan dan badan usaha milik negara (BUMN). Sejumlah lembaga yang berkontribusi di antaranya Bank Kalbar, BRI, BNI, Bank Mandiri, BSI, BTN, dan Pegadaian.

Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan memberikan kenyamanan bagi wisatawan sekaligus menjadi ruang untuk mempromosikan produk UMKM lokal.

Pelaku Usaha Diperkuat melalui Pendampingan

OJK Kalbar juga mendorong peningkatan kapasitas pelaku usaha melalui pendampingan penyusunan paket wisata, pemasaran digital, dan digitalisasi keuangan.

Pendampingan ini menyasar kelompok sadar wisata serta kelompok tani agar dapat mengembangkan usaha kuliner, kerajinan, dan berbagai kegiatan ekonomi yang mendukung pariwisata.

Dengan peningkatan kemampuan pemasaran dan pengelolaan keuangan, pelaku usaha diharapkan mampu meningkatkan daya saing serta memperluas jangkauan pasar.

Dari sisi pembiayaan, OJK Kalbar menginisiasi sinergi antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, Bank Kalbar, dan Jamkrida Kalbar untuk mengembangkan pembiayaan KUR dengan subsidi bunga melalui skema tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) bagi UMKM dalam kelompok binaan.

Skema tersebut diharapkan dapat membuat pembiayaan lebih terjangkau sehingga pelaku usaha mikro memiliki kesempatan lebih besar untuk mengembangkan usahanya dan memanfaatkan peluang dari pertumbuhan sektor pariwisata.

Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, turut mengapresiasi dukungan berbagai pihak terhadap pengembangan fasilitas dan pemberdayaan masyarakat. Ia menyampaikan terima kasih kepada OJK Kalbar, lembaga perbankan, PLN, Bank Indonesia, dan pihak terkait atas kontribusi yang diberikan.

Melalui peningkatan akses pembiayaan, pendampingan usaha, dan pengembangan destinasi wisata, kolaborasi pemerintah daerah, OJK, perbankan, serta pelaku usaha diharapkan dapat memperkuat ekonomi lokal secara berkelanjutan.

Peningkatan kunjungan wisatawan diharapkan tidak hanya menggerakkan sektor pariwisata, tetapi juga membuka peluang usaha baru, meningkatkan pemasaran produk lokal, dan memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat Kalimantan Barat.

Y
YulianaEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update