Sabtu, 24 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Hiburan
Hiburan

Laut Bercerita Angkat Perjuangan Aktivis dan Keluarga Korban Era Orde Baru

✍️ Yuliana 🕒 24 Oct 2026 👁️ 1x dibaca
Dalam wawancara pada kegiatan press junket film Laut Bercerita di Yogyakarta, Jumat, 23 Oktober 2026, Sutradara Yosep Anggi Noen menjelaskan bahwa film Laut Bercerita tidak semata-mata berfokus pada peristiwa politik dan kekerasan yang dialami para aktivis. Film ini juga mengikuti keluarga yang kehilangan anggota keluarganya dan terus berusaha mencari kebenaran.
Dalam wawancara pada kegiatan press junket film Laut Bercerita di Yogyakarta, Jumat, 23 Oktober 2026, Sutradara Yosep Anggi Noen menjelaskan bahwa film Laut Bercerita tidak semata-mata berfokus pada peristiwa politik dan kekerasan yang dialami para aktivis. Film ini juga mengikuti keluarga yang kehilangan anggota keluarganya dan terus berusaha mencari kebenaran. Foto: istimewa

monitorkayong.com – Film Laut Bercerita mengangkat kisah perjuangan anak muda dalam melawan ketidakadilan pada masa Orde Baru. Diadaptasi dari novel karya Leila S Chudori, film ini juga menyoroti kehilangan yang dialami keluarga korban penghilangan paksa serta pentingnya menjaga ingatan sejarah.

Sutradara Yosep Anggi Noen mengatakan, cerita dalam film tersebut tidak hanya berpusat pada persoalan politik dan perjuangan aktivisme, tetapi juga menggambarkan kehidupan keluarga yang kehilangan anggota mereka dan terus berusaha mencari kebenaran.

“Ini sebenarnya sebuah cerita keluarga. Keluarga yang kehilangan anaknya pada masa Orde Baru,” ujar Yosep dalam kegiatan press junket di Yogyakarta, Jumat (23/10/2026).

Menurut Yosep, salah satu pesan utama yang ingin disampaikan melalui film tersebut adalah keteguhan para penyintas dan keluarga korban dalam menghadapi ketidakpastian. Film ini berupaya memperlihatkan bagaimana harapan tetap dipertahankan meskipun perjuangan mencari kebenaran membutuhkan waktu panjang.

“Fokus kita itu jujur ke bagaimana resiliensi orang, resiliensi keluarga. Keputusan untuk tetap berharap,” katanya.

Film Laut Bercerita diadaptasi dari novel fiksi karya Leila S Chudori yang mengisahkan perlawanan mahasiswa dan aktivis pada era 1980-an hingga 1990-an terhadap ketidakadilan, korupsi, serta ketidaktransparanan pemerintah. Aktivisme tersebut membawa konsekuensi berupa penghilangan paksa.

Dalam proses adaptasi, Yosep menjelaskan bahwa tim produksi memilih alur cerita yang lebih linear dibandingkan novel yang menggunakan struktur waktu maju-mundur. Pendekatan tersebut dipilih agar cerita lebih mudah diikuti penonton dalam format film layar lebar.

“Di posisi adaptasinya sebenarnya kita menginginkan satu adaptasi yang lebih ramah ke penonton,” ujarnya.

Meski demikian, tim produksi tetap menambahkan sejumlah adegan untuk memperjelas konteks sejarah. Salah satunya adalah demonstrasi anak muda pada era 1990-an sebagai bentuk protes terhadap keputusan pengadilan yang menjatuhkan hukuman delapan tahun penjara kepada seseorang karena membaca buku karya Pramoedya Ananta Toer.

Yosep menyebut adegan demonstrasi tersebut tidak terdapat dalam novel, tetapi ditambahkan untuk memperkuat latar peristiwa yang digambarkan dalam film.

Untuk mendalami konteks cerita, ia juga mempelajari berbagai laporan jurnalistik dan dokumen sejarah, termasuk laporan Tempo dan buku karya Daniel Dhakidae.

Perjuangan Anak Muda Tetap Relevan

Pemeran Biru Laut sekaligus produser film, Reza Rahadian, menilai kisah dalam Laut Bercerita masih relevan bagi generasi sekarang. Menurutnya, peristiwa yang menjadi latar film tersebut terjadi sekitar 28 tahun lalu sehingga sejarah yang diangkat tidak terlalu jauh dari kehidupan generasi saat ini.

Reza menjelaskan bahwa Biru Laut dan kawan-kawannya merepresentasikan anak muda yang berusaha menyampaikan keresahan melalui tulisan maupun demonstrasi.

Jika pada masa itu ruang publikasi gagasan masih terbatas, perkembangan teknologi saat ini telah menyediakan lebih banyak saluran bagi generasi muda untuk menyampaikan pendapat.

“Spirit-spirit itu mudah-mudahan bisa sampai kepada penonton. Bahwa hari ini kita punya lebih banyak platform lagi ketika waktu itu mungkin lebih terbatas,” ucap Reza.

Namun, menurutnya, perubahan medium komunikasi tidak serta-merta menghilangkan tantangan dalam menyampaikan pendapat. Tekanan di ruang digital, termasuk perundungan siber atau cyberbullying serta pembatasan jangkauan konten di media sosial, menjadi persoalan yang turut disorot.

Melalui kisah Biru Laut, Reza berharap penonton dapat memahami pentingnya menjaga keberanian menyampaikan keresahan sekaligus merawat ingatan kolektif agar peristiwa serupa tidak terulang.

Hadirkan Perspektif Keluarga dan Peran Perempuan

Selain perjuangan politik, film ini turut menghadirkan unsur persahabatan, romansa, dan dinamika keluarga. Yosep menilai unsur tersebut penting untuk memperlihatkan sisi kemanusiaan para tokoh, termasuk dampak kehilangan terhadap orang-orang terdekat mereka.

Film ini juga menyoroti peran perempuan dalam gerakan aktivisme. Yosep mengingatkan bahwa perjuangan tidak hanya dilakukan oleh laki-laki, sebab perempuan juga dapat menjadi pemimpin yang dihormati dalam sebuah gerakan.

Ia mengatakan, pesan tentang perjuangan dan harapan dalam film tersebut dapat diterima oleh penonton dari berbagai latar belakang. Saat film diputar di Busan, Korea Selatan, ia melihat respons penonton internasional terhadap kisah perjuangan masyarakat dalam menuntut perubahan.

Sementara itu, Reza mengaku menghadapi tantangan dalam memerankan Biru Laut, sosok yang memiliki pergulatan batin kompleks. Menurutnya, karakter tersebut bukan hanya figur yang lantang menyampaikan pendapat, tetapi juga pribadi kontemplatif yang memikirkan keadaan di sekitarnya.

Dengan memadukan kisah aktivisme, keluarga, persahabatan, dan kehilangan, Laut Bercerita diharapkan dapat menjangkau penonton lintas generasi. Film ini sekaligus mengajak masyarakat memahami sejarah, menjaga kebebasan berekspresi, dan mempertahankan harapan terhadap masa depan.

Y
YulianaEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update