Kamis, 05 Nov 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Nasional
Nasional

Pendidikan Literasi Digital: JKU Latih Pelajar Kayong Utara Tangkal Hoaks Sejak Dini

✍️ M Fadli 🕒 05 Nov 2026 👁️ 0x dibaca
Pelatihan jurnalistik kepada pelajar melalui program Jurnalis Masuk Sekolah.
Pelatihan jurnalistik kepada pelajar melalui program Jurnalis Masuk Sekolah. Foto: istimewa

Dinas Pendidikan Kabupaten Kayong Utara mengambil langkah proaktif dalam membentengi generasi muda dari gempuran informasi bohong dengan menggandeng organisasi Jurnalis Kayong Utara (JKU). Melalui program bertajuk "Jurnalis Masuk Sekolah", para pelajar di daerah tersebut diberikan pembekalan intensif mengenai teknik dasar jurnalistik serta metode praktis dalam mengidentifikasi berita hoaks yang marak beredar di ruang digital saat ini.

Inisiatif kolaboratif ini dilatarbelakangi oleh keprihatinan mendalam terhadap masifnya arus informasi tanpa verifikasi yang kerap dikonsumsi oleh kalangan remaja melalui berbagai platform media sosial. Di era digital yang serba cepat ini, anak-anak sekolah usia remaja menjadi salah satu kelompok demografi yang paling rentan terpapar, mempercayai, bahkan turut menyebarkan disinformasi tanpa menyadari dampak hukum maupun sosialnya. Oleh karena itu, kehadiran insan pers di lingkungan sekolah dinilai sangat krusial untuk memberikan edukasi literasi informasi yang kontekstual dan aplikatif.

Dalam pelaksanaannya, program ini tidak hanya menyasar para siswa sebagai peserta utama, tetapi juga melibatkan para pendidik atau guru di sekolah. Pelibatan ini dimaksudkan agar ekosistem pendidikan di lingkungan sekolah dapat terus merawat budaya membaca, menyaring fakta, dan menulis secara bertanggung jawab secara berkesinambungan. Dinas Pendidikan Kabupaten Kayong Utara melihat bahwa sinergi antara dunia pers dan institusi sekolah merupakan kunci utama dalam membangun fondasi masyarakat yang cerdas bermedia di masa depan.

Ketua JKU, Muhammad Fauzi, mengaku senang dapat berbagi ilmu dan pengalaman jurnalistik kepada para pelajar. Menurutnya, pemahaman mengenai dasar-dasar jurnalistik sangat penting ditanamkan sejak bangku sekolah agar para siswa memiliki nalar kritis dalam menelaah setiap konten berita yang mereka temui di internet.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa sekolah memiliki peran strategis dalam membangun budaya literasi sejak dini. Dengan pendampingan guru dan dukungan berbagai pihak, kemampuan siswa dalam menyaring informasi diharapkan semakin meningkat dari waktu ke waktu. Melalui kegiatan interaktif dan pemaparan praktik peliputan yang benar, para pelajar diajak untuk memahami kode etik jurnalistik sederhana, mulai dari bagaimana cara melakukan verifikasi fakta, mengenali sumber informasi yang kredibel, hingga membedakan antara opini subjektif dan fakta objektif.

Program Jurnalis Masuk Sekolah ini juga diharapkan menjadi ruang kolaborasi antara insan pers dan dunia pendidikan dalam memperkuat literasi informasi, sekaligus mendorong lahirnya generasi muda yang mampu menyampaikan informasi secara akurat, berimbang, dan bertanggung jawab. Para peserta tampak antusias mengikuti rangkaian materi yang diberikan, terbukti dari banyaknya pertanyaan interaktif seputar kiat-kiat menghindari berita palsu serta bagaimana cara menulis berita yang baik dan benar sesuai kaidah jurnalistik profesional.

Ke depannya, program penyuluhan literasi media ini diharapkan dapat terus diperluas ke berbagai sekolah lain di wilayah Kabupaten Kayong Utara. Dengan jangkauan peserta yang lebih luas, kesadaran kolektif masyarakat, khususnya kalangan pelajar, terhadap pentingnya kebersihan ruang digital dari hoaks dapat terwujud secara optimal, demi menciptakan tatanan masyarakat yang cerdas, kritis, dan berintegritas tinggi dalam memanfaatkan teknologi informasi.

MF
M FadliEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update