PTMB Kerahkan 18 Mobil Tangki, Warga Terdampak Kekeringan di Balikpapan Dapat Air Subsidi
BALIKPAPAN — Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) mengambil langkah cepat guna merespons darurat kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Melalui kebijakan khusus, perusahaan penyedia air bersih daerah ini resmi membuka layanan pembelian air tangki dengan harga subsidi bagi para pelanggan yang aliran airnya terganggu akibat menyusutnya volume air baku di waduk.
Kebijakan darurat ini diberlakukan menyusul penurunan debit air yang signifikan di beberapa sumber penampungan utama, salah satunya Waduk Teritip yang menjadi andalan pasokan wilayah Balikpapan Timur. Fenomena iklim berkepanjangan memicu hambatan distribusi yang dirasakan langsung oleh ribuan pelanggan di lapangan.
“Penurunan debit air baku imbas El Nino panjang berdampak pada distribusi air bersih menjadi tidak lancar. Kami berusaha memaksimalkan pelayanan agar air bisa segera sampai ke pelanggan,” ujar perwakilan manajemen PTMB.
Untuk memastikan penanganan berjalan efektif, PTMB mengerahkan belasan armada khusus guna menjangkau kantong-kantong pemukiman yang paling parah merasakan dampak kekeringan. Sebanyak 18 unit armada mobil tangki disiagakan penuh untuk mendistribusikan air bersih secara berkala langsung ke tengah-tengah masyarakat.
Kendati armada telah dikerahkan secara optimal, tingginya lonjakan permintaan dari warga membuat proses pengiriman harus dilakukan secara bertahap. Masyarakat diimbau untuk bersabar mengikuti mekanisme antrean yang berlaku di posko-posko pelayanan yang telah ditentukan oleh pihak perusahaan daerah.
“Silakan membawa nomor identitas pelanggan PDAM untuk mendapatkan nomor antrean,” ujarnya, Jumat (30/10/2026).
Bagi pelanggan yang ingin mengakses fasilitas air bersih bersubsidi ini, PTMB telah menetapkan jam operasional pelayanan yang terbagi menjadi dua skema waktu dalam sepekan. Layanan dibuka setiap hari dengan penyesuaian durasi demi mengakomodasi kebutuhan warga secara tertib dan teratur.
“Buka setiap hari sesuai jadwal operasional. Senin sampai Kamis pukul 08.00 hingga 15.30 Wita. Kalau hari Jumat sampai Minggu dibuka mulai pukul 08.00 hingga 12.00 Wita,” ucapnya.
Langkah taktis yang ditempuh PTMB ini diharapkan mampu meringankan beban beban finansial sekaligus memenuhi kebutuhan pokok harian warga yang mengalami krisis air bersih. Pemerintah bersama pihak pengelola terus memantau dinamika ketersediaan air baku harian sambil mengimbau masyarakat agar senantiasa menghemat penggunaan air bersih sampai kondisi cuaca serta suplai normal kembali pulih sepenuhnya.
