UMKM Wanita Tani Bengkayang Didorong Jual Produk Langsung ke Konsumen
monitorkayong.com – Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) wanita tani di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, didorong memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pemasaran produk pertanian. Langkah ini diharapkan dapat memangkas rantai distribusi sekaligus meningkatkan keuntungan petani melalui penjualan langsung kepada konsumen.
Kepala Dinas Koperasi, UKM, Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Bengkayang, Heni Juniarti, mengatakan ketergantungan terhadap perantara masih menjadi salah satu kendala dalam pemasaran hasil pertanian.
Kondisi tersebut menyebabkan petani tidak selalu mendapatkan harga yang optimal karena sebagian selisih harga terserap dalam rantai distribusi.
“Digitalisasi memendekkan rantai pemasaran dari petani langsung kepada konsumen,” kata Heni dalam seminar dan workshop digitalisasi UMKM wanita tani di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bengkayang, Selasa.
Menurutnya, keterbatasan informasi mengenai harga dan kebutuhan pasar juga membuat posisi tawar petani menjadi lemah. Persoalan ini semakin besar ketika mereka menghadapi hasil panen yang memiliki masa simpan relatif singkat sehingga harus segera dijual.
Karena itu, pemanfaatan platform digital dinilai menjadi salah satu cara untuk memperluas akses pasar sekaligus meningkatkan efektivitas pengelolaan usaha.
Heni menjelaskan, digitalisasi UMKM tidak cukup hanya dilakukan melalui promosi di media sosial. Pelaku usaha juga perlu memanfaatkan teknologi untuk mendukung transaksi pembayaran, pencatatan keuangan, pengelolaan persediaan barang hingga pelayanan pelanggan.
Sebagai langkah awal, pelaku UMKM dapat menggunakan WhatsApp Business dengan melengkapi profil usaha, katalog produk, daftar harga dan informasi pemesanan.
Promosi juga bisa diperluas melalui Facebook, Instagram maupun platform perdagangan elektronik. Sementara untuk mempermudah transaksi, penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dapat menjadi alternatif pembayaran digital.
Selain pemanfaatan teknologi, penentuan target konsumen menjadi bagian penting dalam strategi pemasaran. Produk pertanian dapat diarahkan kepada konsumen rumah tangga, keluarga muda, warung makan hingga pelaku usaha katering.
Identitas produk juga perlu diperkuat dengan menonjolkan keunggulan bahan baku lokal, kesegaran hasil pertanian, kualitas produk serta keterlibatan perempuan tani dalam proses produksi.
Untuk memastikan penerapan digitalisasi berjalan terarah, Heni memaparkan rencana aksi selama 30 hari. Tahapannya dimulai dengan menentukan produk unggulan dan target pasar, membuat akun WhatsApp Business, menyiapkan foto serta katalog produk, hingga menetapkan harga jual.
Selanjutnya, pelaku UMKM dapat menguji respons pasar melalui sistem pemesanan awal atau pre-order. Evaluasi dilakukan setiap pekan untuk mengetahui produk yang paling diminati, tanggapan konsumen serta kendala yang dihadapi selama pemasaran.
Melalui penerapan strategi tersebut, Heni berharap UMKM wanita tani di Bengkayang semakin mampu memanfaatkan peluang ekonomi digital. Selain memperluas jangkauan penjualan, langkah ini diharapkan mengurangi ketergantungan terhadap perantara dan memperkuat daya saing produk lokal.
