5.000 Bibit Kerapu Disalurkan ke Nelayan Pelapis, Dorong Ekonomi Kayong Utara
monitorkayong.com – Sebanyak 5.000 bibit ikan kerapu disalurkan kepada Kelompok Nelayan Bina Warga di Desa Pelapis, Kabupaten Kayong Utara, melalui kolaborasi Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kalimantan Barat bersama Pengelola Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP).
Bantuan tersebut ditujukan untuk mengembangkan usaha budidaya ikan kerapu menggunakan keramba jaring apung (KJA). Program ini diharapkan menjadi peluang bagi nelayan untuk memperluas sumber pendapatan, tidak hanya mengandalkan hasil tangkapan laut.
Kepala Bidang Budidaya Perikanan DKP Provinsi Kalbar, Bustami, mengatakan bibit yang diberikan diharapkan dapat dipelihara hingga masa panen yang diperkirakan membutuhkan waktu 9–12 bulan.
“Kami memberikan bantuan bibit ikan kerapu untuk kelompok nelayan di Desa Pelapis. Tentunya, kami berharap dengan bantuan ini kelompok dapat membudidayakan ikan kerapu ini hingga selesai panen atau 9-12 bulan. Dengan budidaya ini, kelompok nelayan dapat menjualnya untuk peningkatan ekonomi kelompok tersebut,” ujar Bustami di Pontianak, Selasa (15/9).
Menurut Bustami, dukungan KIPP melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan turut memperkuat pelaksanaan budidaya tersebut. Selain bantuan bibit, kelompok nelayan juga akan memperoleh pendampingan untuk meningkatkan kemampuan teknis dalam pemeliharaan ikan kerapu.
Ia berharap program ini dapat berkembang menjadi kegiatan usaha yang memberikan manfaat ekonomi secara berkelanjutan, bukan sekadar bantuan yang berhenti setelah penyaluran.
“Selanjutnya, KIPP bekerja sama dengan DKP untuk memberikan pendampingan untuk kelompok nelayan tentang pemeliharaan budidaya ikan kerapu, sehingga nanti ikan kerapu tersebut dapat berkembang dengan maksimal,” tutur Bustami.
External Relation Manager KIPP, Sugeng Sulistiyo, mengatakan keterlibatan perusahaan merupakan bagian dari komitmen untuk mendukung pemberdayaan dan peningkatan ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional.
Menurut Sugeng, keberlanjutan usaha budidaya membutuhkan pendampingan secara konsisten, peningkatan kapasitas kelompok, serta akses pasar yang memadai. Dengan dukungan tersebut, nelayan diharapkan mampu mengembangkan kegiatan budidaya menjadi usaha produktif.
“Ke depan, kolaborasi serupa diharapkan dapat terus dikembangkan melalui pendampingan, peningkatan kapasitas kelompok, serta penguatan akses pasar sehingga budidaya kerapu tidak hanya menjadi program bantuan, tetapi dapat tumbuh menjadi usaha masyarakat yang produktif dan berkelanjutan,” kata Sugeng.
Ketua Kelompok Nelayan Bina Warga, Kusmanto, menyambut baik bantuan tersebut. Ia menilai 5.000 bibit kerapu yang diterima menjadi kesempatan bagi kelompoknya untuk mengembangkan usaha perikanan dan meningkatkan kesejahteraan anggota.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada DKP Provinsi Kalbar, DKP Kabupaten Kayong Utara, dan KIPP atas dukungan yang diberikan.
Kusmanto berharap keberhasilan budidaya di kelompoknya dapat mendorong nelayan lain di Desa Pelapis untuk ikut mengembangkan usaha serupa.
“Harapan saya, semoga kelompok kami bisa berkembang dan bisa menjadi pemicu lahirnya kelompok-kelompok yang akan datang. Kalau ini bisa dikembangkan secara maksimal, tidak menutup kemungkinan kelompok-kelompok yang akan datang bisa lebih berminat lagi,” ungkapnya.
Meski terbiasa dengan aktivitas melaut, Kusmanto mengakui kelompoknya masih membutuhkan bimbingan untuk menjalankan budidaya ikan kerapu secara optimal.
“Secara umum memang kami sebagai nelayan memahami kondisi laut. Tapi untuk budidaya kerapu kami masih perlu pendampingan,” katanya.
Kolaborasi DKP Kalbar dan KIPP ini diharapkan dapat memperkuat pengembangan perikanan budidaya di Desa Pelapis sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat pesisir Kayong Utara.
