Anak 6 Tahun di Kayong Utara Meninggal, Keluarga Soroti Dampak Kabut Asap Karhutla
monitorkayong.com – Seorang anak berusia 6 tahun di Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, dilaporkan meninggal dunia pada Rabu (14/10/2026). Kabar duka ini menambah kekhawatiran warga di tengah kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang semakin pekat.
Paman korban, Miftahus, menyampaikan bahwa keponakannya meninggal setelah mengalami infeksi paru-paru. Namun, hingga Kamis (15/10/2026), belum ada keterangan resmi dari pihak rumah sakit yang mengonfirmasi diagnosis maupun hubungan kondisi kesehatan korban dengan paparan kabut asap.
Miftahus mengungkapkan kesedihannya sekaligus meminta pemerintah pusat dan daerah segera mengambil langkah nyata untuk menangani kabut asap yang menyelimuti wilayah Kayong Utara.
“ Nunggu korban berapa orang lagi, baru kau bilang ini bencana nasional? Asap kabutnya makin parah. Ini keponakan saya meninggal hari ini gara-gara infeksi paru-paru,” ujar Miftahus saat ditemui media, Rabu (14/10/2026).
Ia berharap pemerintah tidak mengabaikan kondisi masyarakat yang terdampak kabut asap. Menurutnya, bantuan kesehatan bagi warga perlu segera disalurkan untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan, terutama bagi anak-anak dan kelompok rentan.
“Ayolah pemerintah, gimana nih cara mengatasinya. Minimal ada pembagian vitamin untuk masyarakat. Jangan sampai ada korban lagi, ini keponakan saya sendiri. Tolonglah untuk yang di atas, jangan anggap remeh situasi ini,” tegasnya.
Rumah Sakit Masih Lakukan Konfirmasi
Sementara itu, pihak RS Jamaludin I Sukadana belum memberikan penjelasan terperinci mengenai kondisi medis pasien maupun penyebab kematiannya.
Saat dikonfirmasi pada Kamis (15/10/2026), humas rumah sakit menyatakan masih melakukan koordinasi dengan bagian pelayanan medis untuk memastikan informasi yang dapat disampaikan.
“Nanti akan kami kabari setelah konfirmasi ke bagian pelayanan ya,” kata Humas RS Jamaludin I Sukadana.
Belum adanya keterangan medis resmi membuat dugaan hubungan antara penyakit yang dialami korban dan paparan kabut asap masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut.
Warga Harapkan Penanganan Kabut Asap Segera Diperkuat
Kabut asap yang melanda Kayong Utara dan sejumlah wilayah di Kalimantan Barat dalam beberapa waktu terakhir terus menimbulkan kekhawatiran masyarakat. Selain mengganggu aktivitas sehari-hari, kondisi tersebut juga meningkatkan perhatian terhadap risiko gangguan pernapasan akibat paparan asap.
Warga berharap pemerintah segera memperkuat upaya penanganan karhutla sekaligus memberikan perlindungan kesehatan bagi masyarakat terdampak. Bantuan berupa masker yang sesuai untuk menyaring partikel asap, layanan pemeriksaan kesehatan, serta dukungan medis bagi warga yang mengalami gangguan pernapasan dinilai penting.
Di sisi lain, pemadaman titik api dan pencegahan kebakaran baru perlu terus dilakukan agar sumber kabut asap dapat dikendalikan.
Masyarakat juga diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika asap pekat, menggunakan masker yang sesuai saat harus beraktivitas di luar, serta segera mencari pertolongan medis apabila mengalami sesak napas atau keluhan pernapasan yang memburuk.
Peristiwa yang menimpa anak tersebut menjadi perhatian warga agar penanganan kabut asap di Kayong Utara semakin diperkuat. Kepastian mengenai penyebab kematian korban tetap menunggu penjelasan resmi dari pihak medis.
