Sabtu, 24 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Ekonomi
Ekonomi

Antrean BBM di Simpang Hilir Kayong Utara, Stok Pertalite 5.000 Liter

✍️ Yuliana 🕒 14 Oct 2026 👁️ 8x dibaca
Kondisi antrean di SPBU Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara, Selasa (13/10/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.
Kondisi antrean di SPBU Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara, Selasa (13/10/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Foto: istimewa

monitorkayong.com – Antrean masyarakat yang hendak membeli bahan bakar minyak (BBM) terpantau ramai di SPBU PT Berkat Bella Mulia, Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, Selasa (13/10/2026). Menyikapi kondisi tersebut, personel Polres Kayong Utara turun langsung memantau situasi sekaligus memeriksa ketersediaan stok BBM.

Pemantauan dilakukan sekitar pukul 10.00 WIB di SPBU yang berlokasi di Jalan Provinsi Teluk Batang–Sukadana KM 7,2, Desa Padu Banjar. Dua personel kepolisian, Aiptu Agus dan Brigadir Hindri, memeriksa aktivitas pengisian BBM serta memastikan kondisi antrean masyarakat di lokasi.

Berdasarkan hasil pemantauan, stok Pertalite di SPBU tersebut tercatat sebanyak 5.000 liter dengan harga Rp10.000 per liter. Adapun kuota bulanan Pertalite mencapai 285 kiloliter (KL).

Sementara itu, stok Pertamax dan Dexlite dilaporkan nihil. Kuota bulanan untuk kedua jenis BBM tersebut masing-masing tercatat 10 KL untuk Pertamax dan 5 KL untuk Dexlite.

Meski antrean masyarakat terpantau ramai, situasi di SPBU wilayah Kecamatan Simpang Hilir dilaporkan tetap aman dan terkendali.

Polisi Pantau Distribusi BBM

Pengawasan yang dilakukan Polres Kayong Utara bertujuan mendukung penyaluran BBM sesuai ketentuan sekaligus mengantisipasi potensi penyimpangan distribusi.

Masyarakat juga diimbau membeli BBM sesuai kebutuhan dan mematuhi aturan yang berlaku agar pelayanan di SPBU berjalan tertib.

Di sisi lain, antrean panjang BBM sebelumnya menjadi keluhan warga Kayong Utara. Persoalan tersebut menambah beban masyarakat yang sempat menghadapi kesulitan mendapatkan air bersih dan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Santo, warga Kayong Utara, mengeluhkan sulitnya memperoleh BBM di tengah antrean yang panjang.

“Mau cari BBM susah dan harus antre berjam-jam,” kata Santo, Selasa (6/10).

Keluhan serupa disampaikan Prasetyo, warga Sukadana, yang mengaku harus menghabiskan waktu cukup lama untuk mendapatkan BBM.

"Kemarin saya antre BBM sekitar dua jam. Kalau masalah asap dan air bersih kondisinya sudah tidak parah lagi seperti beberapa minggu lalu," ujarnya.

Prasetyo berharap persoalan antrean BBM segera teratasi sehingga masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih lancar.

Bagi warga yang mengandalkan sepeda motor untuk bekerja, berdagang, mengantar anak ke sekolah, maupun memenuhi kebutuhan rumah tangga, antrean panjang dapat mengurangi waktu produktif.

Gangguan pasokan BBM juga berpotensi memengaruhi biaya transportasi dan distribusi barang, terutama di wilayah yang memiliki jarak cukup jauh dari pusat distribusi.

Karena itu, kepastian ketersediaan BBM dan kelancaran penyalurannya menjadi hal penting bagi masyarakat Kayong Utara agar kegiatan ekonomi dan mobilitas warga tidak terus terganggu.

Y
YulianaEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update