Sabtu, 24 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Ekonomi
Ekonomi

Bank Kalbar Usulkan KUR Rp1 Triliun pada 2027, Peluang Modal UMKM Kalbar Meningkat

✍️ Yuliana 🕒 20 Oct 2026 👁️ 2x dibaca
ilustrasi Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kalimantan Barat berpeluang memperoleh akses permodalan yang lebih besar pada 2027.
ilustrasi Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kalimantan Barat berpeluang memperoleh akses permodalan yang lebih besar pada 2027. Foto: istimewa

monitorkayong.com – Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kalimantan Barat berpeluang memperoleh akses permodalan yang lebih besar pada 2027. Bank Kalbar mengusulkan peningkatan alokasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) menjadi Rp1 triliun, naik dari alokasi Rp800 miliar pada 2026.

Dukungan terhadap usulan tersebut disampaikan Menteri UMKM RI, Maman Abdurrahman, dalam kegiatan Sinergi Penguatan Ekonomi Lokal Kalbar melalui Pemberdayaan UMKM serta Pengembangan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Pontianak, Senin (19/10/2026).

Maman menjelaskan, alokasi KUR Bank Kalbar terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2025, nilainya berada di kisaran Rp700 miliar, kemudian naik menjadi Rp800 miliar pada 2026.

Untuk tahun depan, pemerintah mendukung usulan peningkatan alokasi menjadi Rp1 triliun. Namun, dukungan tersebut tetap mempertimbangkan kemampuan likuiditas perbankan agar penyaluran kredit berjalan sehat dan berkelanjutan.

Menurut Maman, Bank Kalbar memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Karena itu, penguatan bank daerah perlu dilakukan agar semakin banyak pelaku usaha lokal memperoleh kesempatan mengembangkan bisnisnya.

Peningkatan alokasi KUR diharapkan dapat memperluas akses modal bagi UMKM, baik untuk meningkatkan kapasitas produksi, mengembangkan usaha, maupun memperluas jangkauan pemasaran.

Singkawang Didorong Kembangkan UMKM Berbasis Pariwisata

Selain memperluas pembiayaan, pemerintah juga mendorong pengembangan UMKM yang terintegrasi dengan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Kota Singkawang disiapkan menjadi salah satu daerah percontohan dalam menyelaraskan pengembangan pariwisata dengan pemberdayaan pelaku usaha lokal.

Optimalisasi potensi wisata diharapkan membuka peluang usaha baru bagi masyarakat, mulai dari sektor kuliner, kerajinan, hingga produk lokal yang dapat dipasarkan kepada wisatawan.

Sinergi antara pemerintah daerah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan perbankan juga dinilai penting untuk memperkuat akses pembiayaan serta mendorong pertumbuhan usaha produktif.

Target Pembiayaan UMKM Nasional Rp2.000 Triliun

Di tingkat nasional, pemerintah menargetkan peningkatan plafon kredit UMKM dari sekitar Rp1.500 triliun menjadi Rp2.000 triliun pada 2027.

Target tersebut membutuhkan tambahan pembiayaan sekitar Rp500 triliun. Peningkatan plafon kredit diharapkan memperkuat akses permodalan bagi pelaku usaha sekaligus mendorong kontribusi UMKM terhadap perekonomian nasional.

Apabila usulan peningkatan KUR Bank Kalbar disetujui, pelaku UMKM di Kalimantan Barat berpeluang mendapatkan dukungan modal yang lebih besar untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan daya saing.

Meski demikian, realisasi penambahan alokasi KUR Bank Kalbar pada 2027 masih bergantung pada persetujuan serta pertimbangan kemampuan likuiditas perbankan.

Y
YulianaEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update