Sabtu, 24 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Ekonomi
Ekonomi

BBM Langka di Sukadana, Antrean Warga di SPBU Capai 500 Meter

✍️ Yuliana 🕒 07 Oct 2026 👁️ 5x dibaca
Warga antre BBM di salah satu SPBU di Sukadana.
Warga antre BBM di salah satu SPBU di Sukadana. Foto: istimewa

monitorkayong.com – Warga Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, kembali menghadapi persoalan yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Setelah sebelumnya berhadapan dengan kabut asap dan keterbatasan air bersih, masyarakat kini harus menghadapi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM).

Kelangkaan BBM, baik Pertalite maupun Pertamax, membuat warga harus mengantre panjang di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Kondisi tersebut tidak hanya menghambat mobilitas, tetapi juga dikhawatirkan berdampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.

Berdasarkan pantauan di lapangan pada Selasa (6/10/2026), antrean kendaraan di salah satu SPBU yang berada di dekat Pelabuhan Rakyat kawasan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Sukadana mencapai sekitar 500 meter.

Antrean terlihat dipenuhi kendaraan roda dua dan roda empat. Sejumlah warga bahkan harus menunggu selama berjam-jam demi mendapatkan BBM.

Salah seorang warga, Nusron, mengatakan kelangkaan BBM semakin menambah beban masyarakat yang sebelumnya sudah menghadapi persoalan kabut asap dan krisis air bersih.

"Kabut asap kita bisa lihat penanganan seperti apa, sangat lamban. Krisis air tidak ada solusi, ini BBM lagi langka, makin berat hidup ini," ungkap Nusron.

Warga Antre Berjam-jam

Kelangkaan BBM membuat sebagian warga harus menghabiskan waktu berjam-jam di SPBU. Kondisi tersebut dirasakan langsung Saipul, warga yang ikut mengantre di salah satu SPBU Sukadana.

Ia mengaku sudah lebih dari dua jam berada dalam antrean. Saat menunggu, kondisi BBM di tangki sepeda motornya juga hampir habis.

"Saya kalau hari ini tidak dapat minyak, bisa dipastikan saya berdorong pulang ke rumah ini," ujarnya.

Menurut Saipul, persoalan BBM tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan kendaraan pribadi. Kelangkaan bahan bakar juga dapat mengganggu kegiatan ekonomi warga yang setiap hari mengandalkan kendaraan untuk bekerja.

Ia berharap pihak terkait segera mengambil langkah untuk mengatasi persoalan tersebut.

"Ini bagaimana Pertamina, sudah puluhan tahun menjadi penyalur minyak, namun tidak bisa menyelesaikan persoalan kelangkaan minyak," katanya.

SPBU Pertamax Tidak Memiliki Stok

Kondisi serupa juga ditemukan di SPBU yang menyediakan BBM jenis Pertamax di kawasan Tanjung Belimbing.

Warga yang datang sejak pagi untuk mendapatkan Pertamax mendapati SPBU tersebut tidak beroperasi karena stok BBM tidak tersedia. Saat didatangi, pagar SPBU masih terlihat tertutup.

Situasi tersebut menambah panjang persoalan yang tengah dihadapi masyarakat Sukadana.

Selain kelangkaan BBM, warga sebelumnya juga masih menghadapi dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta persoalan ketersediaan air bersih.

Masyarakat berharap pemerintah bersama pihak terkait segera mengambil langkah konkret untuk memastikan pasokan BBM kembali normal.

Ketersediaan bahan bakar dinilai penting agar mobilitas warga dan kegiatan ekonomi di Sukadana tidak semakin terganggu di tengah berbagai persoalan yang sedang berlangsung.

Y
YulianaEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update