Sabtu, 24 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Daerah
Daerah

Cegah ISPA Akibat Asap Karhutla, Rutan Samarinda Distribusikan Ratusan Masker dan Paket Makan Siang

✍️ M Fadli 🕒 17 Oct 2026 👁️ 7x dibaca
Pembagian makan siang dan masker gratis
Pembagian makan siang dan masker gratis Foto: detik.com

SAMARINDA — Musibah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang tak kunjung mereda terus memicu paparan kabut asap pekat di wilayah Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Menanggapi kondisi udara yang kian memburuk dan berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Samarinda menggelar aksi kepedulian sosial dengan membagikan paket makan siang serta ratusan masker gratis kepada warga sipil dan para pengguna jalan yang melintas.

Langkah responsif ini diambil guna meringankan beban warga sekaligus meminimalkan risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang mengintai penduduk setempat akibat penurunan kualitas udara secara drastis beberapa hari terakhir.

Aksi Kemanusiaan di Depan Mapolresta Samarinda

Kegiatan pembagian bantuan tersebut dipusatkan di kawasan strategis, yakni di ruas jalan depan Markas Kepolisian Resor Kota (Mapolresta) Samarinda. Puluhan petugas Rutan Kelas IIA Samarinda tampak bersiaga menyapa pengendara roda dua, pengemudi transportasi umum, hingga pejalan kaki yang sedang beraktivitas di luar ruangan.

Dalam aksi tersebut, pihak Rutan menyalurkan setidaknya 200 paket makan siang siap santap dan ratusan masker medis. Bantuan ini diberikan secara langsung kepada warga yang melintas tanpa pelindung pernapasan di tengah kepungan kabut asap yang terhirup saban hari.

Pihak penyelenggara menegaskan bahwa aksi ini bukan sekadar pembagian logistik rutin, melainkan dorongan kepedulian nyata terhadap krisis lingkungan yang sedang dihadapi oleh seluruh lapisan masyarakat Samarinda.

Pernyataan Resmi Pihak Rutan Samarinda

Kepala Rutan Kelas IIA Samarinda menyampaikan bahwa inisiatif ini lahir dari keprihatinan mendalam atas paparan asap karhutla yang merata menutupi pemukiman dan jalanan kota. Menurutnya, masker menjadi kebutuhan krusial saat ini untuk menjaga kesehatan organ pernapasan masyarakat yang terpaksa tetap beraktivitas di luar rumah.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Rutan Kelas IIA Samarinda memberikan keterangan resminya terkait latar belakang digelarnya aksi sosial tersebut:

"Kami melihat kondisi udara di Samarinda belakangan ini sangat tidak sehat akibat kabut asap karhutla. Oleh karena itu, kami dari Rutan Kelas IIA Samarinda tergerak untuk sedikit membantu masyarakat dengan membagikan masker dan makanan siang."

Beliau juga menambahkan pesan imbauan agar masyarakat luas senantiasa waspada dan tidak mengabaikan bahaya dari paparan asap pembakaran lahan yang mengandung partikel berbahaya bagi paru-paru.

"Kami berharap bantuan kecil ini bisa bermanfaat dan membantu menjaga kesehatan warga yang tetap harus beraktivitas di luar ruangan di tengah kondisi asap seperti sekarang ini."

Antusiasme dan Apresiasi dari Masyarakat

Inisiatif kepedulian yang ditunjukkan oleh jajaran Rutan Samarinda mendapatkan sambutan hangat dan apresiasi tinggi dari para penerima bantuan. Sejumlah pengendara motor dan pekerja harian mengaku sangat terbantu, mengingat ketersediaan masker kadang luput dari persiapan mereka saat harus berpacu dengan waktu di jalanan.

Salah seorang pengguna jalan yang kebetulan melintas di depan Mapolresta Samarinda mengungkapkan rasa terimakasihnya atas kepedulian para petugas:

"Sangat membantu sekali, apalagi asapnya memang terasa makin pekat dan bikin perih di mata serta dada sesak kalau tidak pakai masker. Terima kasih untuk Rutan Samarinda."

Kehadiran para petugas di lapangan juga menjadi pengingat langsung bagi pengendara lain yang masih mengabaikan penggunaan alat pelindung diri ketika melintasi area berdebu dan berasap.

Kondisi Karhutla Samarinda dan Ancaman Kesehatan

Fenomena kabut asap di Kota Samarinda sendiri merupakan dampak beruntun dari maraknya titik panas (hotspot) karhutla di berbagai penjuru Kalimantan Timur selama musim kemarau. Asap pekat tidak hanya mengurangi jarak pandang aman para pengendara di jalan raya, tetapi juga meningkatkan risiko penyakit sistem pernapasan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan pekerja luar ruangan.

Pemerintah daerah bersama aparat gabungan dan relawan terus berupaya melakukan pemadaman di titik-titik kebakaran lahan yang masih membara. Namun, angin kencang serta vegetasi gambut yang kering kerap menjadi kendala utama dalam melokalisir kobaran api secara cepat.

Melalui aksi pembagian masker dan makanan gratis ini, Rutan Kelas IIA Samarinda berharap aksi serupa dapat menginspirasi berbagai instansi lain untuk saling bahu-membahu merespons dampak bencana lingkungan. Kesadaran bersama untuk saling menjaga kesehatan dan meningkatkan solidaritas sosial dinilai menjadi kunci utama dalam menghadapi ancaman musibah karhutla yang masih melanda wilayah Samarinda dan sekitarnya.

MF
M FadliEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update