Sabtu, 24 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Daerah
Daerah

Dampak Kabut Asap Karhutla: Jadwal UAS di Palangka Raya Terancam Mundur hingga Januari 2027

✍️ M Fadli 🕒 16 Oct 2026 👁️ 5x dibaca
Ilustrasi kabut asap Palangka Raya
Ilustrasi kabut asap Palangka Raya Foto: istimewa

PALANGKA RAYA — Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang memicu kepungan kabut asap pekat di wilayah Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, mulai membawa dampak sistematis terhadap kalender akademik sekolah. Pemerintah Kota Palangka Raya melalui Dinas Pendidikan kini mengkaji secara serius opsi penundaan pelaksanaan Ujian Akhir Semester (UAS) ganjil tahun ajaran 2026/2027. Agenda ujian yang semula dijadwalkan berlangsung serentak pada 7 Desember 2026 tersebut terancam bergeser hingga awal Januari 2027 apabila situasi kualitas udara tak kunjung membaik.

Langkah antisipasi ini diambil lantaran kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka terpaksa dialihkan ke sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) guna melindungi kesehatan para murid dan tenaga pendidik dari bahaya paparan polusi udara akibat karhutla. Perubahan metode belajar secara mendadak dan berlarut-larut tersebut dinilai memicu kendala penyerapan kurikulum di tingkat sekolah dasar hingga menengah pertama.

Dilema Penyerapan Materi Selama PJJ

Kepala Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, Jayani, mengonfirmasi bahwa potensi perubahan jadwal pelaksanaan ujian akhir semester ganjil sangat bergantung pada dinamika penanganan karhutla di lapangan serta pemulihan kondisi kualitas udara. Apabila kabut asap tetap menyelimuti ruang udara Palangka Raya hingga memasuki bulan November, pembaruan jadwal ujian menjadi sebuah keniscayaan demi menjaga kualitas mutu pendidikan.

"Kalau seandainya tidak bisa turun November, ada kemungkinan pada Januari," ujar Jayani, Jumat (16/10/2026).

Jayani menjelaskan bahwa keputusan ini tidak semata-mata dipicu oleh faktor teknis pelaksanaan ujian, melainkan juga pertimbangan psikologis dan akademis para peserta didik. Proses pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang telah berlangsung beberapa pekan diakui memiliki kelemahan mendasar jika dibandingkan dengan interaksi tatap muka secara langsung di dalam kelas.

"Kami khawatir sebagian anak selama PJJ tidak maksimal menerima materi yang diajarkan pada semester ganjil ini," katanya.

Ketimpangan fasilitas seperti akses internet, keterbatasan pendampingan orang tua di rumah, hingga penurunan efektivitas penyampaian materi oleh guru disinyalir membuat pencapaian indikator belajar anak didik belum merata. Jika UAS tetap dipaksakan berjalan sesuai jadwal awal pada awal Desember, timbul kekhawatiran bahwa capaian nilai para siswa tidak akan merepresentasikan kemampuan belajar yang sebenarnya secara objektif.

Rentetan Krisis Lingkungan dan Gangguan Kalender Pendidikan

Krisis kabut asap di Kota Palangka Raya dan sekitarnya bukanlah peristiwa yang terjadi secara tiba-tiba. Berdasarkan data pantauan pemetaan titik panas (hotspot), wilayah Kalimantan Tengah mencatatkan lonjakan aktivitas karhutla yang sangat signifikan. Asap tebal hasil pembakaran lahan gambut telah mengepung permukiman, melumpuhkan sektor transportasi, hingga menurunkan indeks kualitas udara (IKU) ke level berbahaya bagi kesehatan manusia.

Sejak ancaman polusi udara makin memburuk, Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya telah mengeluarkan beberapa kali instruksi perpanjangan masa PJJ untuk seluruh jenjang pendidikan, mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP). Penyesuaian kebijakan belajar dari rumah tersebut dilakukan guna menekan risiko penyakit saluran pernapasan, seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), yang rentan menyerang anak-anak usia sekolah.

Namun, perlindungan kesehatan di satu sisi membawa dampak sampingan di sisi lain. Terputusnya efektivitas interaksi tatap muka membuat para guru harus memutar otak untuk menyederhanakan silabus dan materi esensial. Penundaan UAS hingga Januari 2027 dinilai memberikan tenggat waktu tambahan bagi tenaga pengajar untuk melakukan pengayaan (enrichment) serta remedi pembelajaran setelah kondisi udara memungkinkan siswa kembali ke sekolah.

Langkah Antisipasi dan Skenario Ujian

Di tengah ketidakpastian kondisi cuaca dan intensitas pemadaman kebakaran lahan, otoritas pendidikan setempat kini sedang menyiapkan beberapa opsi cadangan. Skenario pertama adalah menggeser UAS ganjil ke akhir Desember 2026 atau minggu pertama Januari 2027 dengan asumsi hujan mulai turun dan kabut asap mereda.

Skenario kedua, apabila kondisi atmosfer Palangka Raya tidak mengalami perbaikan signifikan hingga akhir tahun, maka ujian dapat diselenggarakan secara daring (online). Meski demikian, pelaksanaan ujian secara dalam jaringan tetap menjadi pilihan terakhir mengingat tidak semua murid memiliki perangkat komputer atau koneksi internet yang stabil di rumah masing-masing.

Pihak sekolah diimbau untuk terus mengoptimalkan modul-modul pembelajaran mandiri serta menjalin komunikasi intensif dengan para orang tua murid. Kerja sama ini dianggap krusial guna memastikan anak-anak tetap disiplin belajar dari rumah selama masa darurat kabut asap berlangsung.

Tantangan Sektor Pendidikan di Daerah Rawan Karhutla

Fenomena berulangnya penundaan jadwal akademik akibat bencana ekologis menunjukkan betapa rentannya sektor pendidikan di kawasan rawan karhutla. Para pemangku kepentingan menilai perlunya mitigasi bencana pendidikan yang lebih terstruktur dan adaptif di masa depan.

Selain penyesuaian kalender pendidikan, penguatan infrastruktur digital, penyediaan ruang kelas berpenyaring udara (air purifier), serta pengayaan kurikulum kebencanaan menjadi kebutuhan mendesak bagi daerah-daerah berdampak tinggi seperti Palangka Raya. Bagi para orang tua dan siswa di Kota Palangka Raya, kepastian jadwal ujian kini bertumpu pada keberhasilan tim Satgas Karhutla dalam menjinakkan kobaran api dan mengembalikan kebersihan udara di Bumi Tambun Bungei.

MF
M FadliEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update