Sabtu, 24 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Daerah
Daerah

Dampak Pasokan PDAM Macet: Warga Selumit Pantai Tarakan Serbu Distribusi Air Bersih Gratis

✍️ M Fadli 🕒 17 Oct 2026 👁️ 6x dibaca
Warga Selumit Pantai, Tarakan, mengantre air bersih.
Warga Selumit Pantai, Tarakan, mengantre air bersih. Foto: istimewa

TARAKAN — Ratusan warga yang bermukim di kawasan pesisir Kelurahan Selumit Pantai, Kecamatan Tarakan Tengah, Kota Tarakan, Kalimantan Utara, terpaksa berdesak-desakan demi mendapatkan pasokan air bersih gratis. Kelangkaan air bersih yang melanda wilayah permukiman padat penduduk tersebut selama beberapa hari terakhir membuat aktivitas harian warga lumpuh, sehingga kedatangan armada tangki bantuan air bersih langsung diserbu oleh warga yang telah membawa berbagai wadah penampungan sejak pagi hari.

Ketua RT 16 Kelurahan Selumit Pantai, Asdar, mengonfirmasi bahwa krisis air bersih ini merupakan dampak langsung dari terhentinya distribusi air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Alam Tarakan ke wilayah mereka. Kemacetan alir pasokan yang tak kunjung usai membuat persediaan air bersih milik rumah tangga terkuras habis. Kondisi ini mendesak pihak pimpinan wilayah dan instansi terkait untuk turun tangan menyalurkan bantuan darurat guna memenuhi kebutuhan mendasar masyarakat.

Pantauan di lokasi menunjukkan pemandangan jajaran jeriken, ember, galon kosong, hingga bak plastik besar yang berderet memanjang di sepanjang jalan rukun tetangga. Pria, wanita, hingga anak-anak tampak sigap mengangkut air begitu selang dari armada tangki mulai mengalirkan air. Setiap keluarga berusaha mengamankan jatah air sebanyak mungkin untuk memenuhi kebutuhan memasak, minum, serta sanitasi mendasar yang sempat terbengkalai.

Bagi warga Selumit Pantai, krisis air seperti ini menyiksa fisik sekaligus menguras energi serta waktu produktif mereka. Sebagian besar warga pesisir harus mengorbankan jam kerja dan aktivitas rumah tangga hanya untuk bersiap memburu bantuan air. Apabila bantuan armada tangki tidak kunjung datang, warga terpaksa merogoh kocek lebih dalam untuk membeli air galon isi ulang atau air tangki swasta yang harganya melonjak tajam di tengah tingginya permintaan.

Asdar menyampaikan betapa krusialnya bantuan ini bagi kelangsungan harian warganya yang mayoritas menggantungkan hidup dari sektor perikanan dan buruh harian. Dalam keterangannya, ia menegaskan kondisi riil yang dihadapi oleh warga di lingkungannya:

"Air ini sangat dibutuhkan warga karena sudah beberapa hari ini pasokan PDAM mati total. Warga kami betul-betul kesulitan untuk sekadar memasak dan mandi."

Ia menuturkan bahwa inisiatif untuk mendatangkan armada tangki air bersih ini diambil setelah pihak RT menerima rentetan keluhan dan aduan dari masyarakat yang sudah tidak memiliki cadangan air sama sekali. Bantuan yang disalurkan secara bergilir di beberapa titik rukun tetangga diharapkan dapat meringankan beban ekonomi warga yang harus mengeluarkan biaya ekstra jika membeli air secara mandiri.

Kendati demikian, distribusi air bersih menggunakan armada tangki diakui belum sepenuhnya mampu menyelesaikan persoalan secara merata. Ukuran jalan permukiman pesisir Selumit Pantai yang didominasi gang-gang sempit dan jembatan kayu kerap menjadi hambatan teknis bagi kendaraan tangki berkapasitas besar untuk menjangkau titik-titik rumah tangga yang berada jauh di dalam gang pesisir.

Seorang warga setempat, Siti, yang turut mengantre sejak pagi bersama tetangganya mengungkapkan rasa lega sekaligus harapannya di tengah situasi sulit ini. Siti mengungkapkan kepasrahannya atas kendala pasokan air yang dialaminya:

"Alhamdulillah ada bantuan air gratis ini, sangat membantu kami. Tapi kalau bisa, aliran air PDAM segera lancar kembali supaya kami tidak perlu mengantre seperti ini setiap hari."

Siti menceritakan bahwa untuk mendapatkan dua hingga tiga jeriken air, ia dan tetangganya harus rela mengantre dan mengangkat beban berat menelusuri jembatan kayu permukiman pesisir. Kebutuhan air untuk keluarga kecilnya sangat mendesak, terutama untuk keperluan konsumsi dan sanitasi anak-anak.

Persoalan krisis air di kawasan Selumit Pantai bukanlah kali pertama terjadi. Permukiman yang berdiri di atas wilayah pesisir dan pasang surut ini secara geografis memang memiliki tantangan tersendiri dalam hal aksesibilitas infrastruktur perpipaan. Ketika debit air baku di waduk utama PDAM menyusut atau terjadi kendala teknis pada pipa induk, wilayah ujung jaringan seperti Selumit Pantai selalu menjadi area paling terdampak dan paling lambat menerima pemulihan aliran air.

Hingga berita ini diturunkan, warga masih mengandalkan kiriman bantuan air bersih secara berkala dari pihak-pihak terkait. Masyarakat berharap pihak pengelola PDAM Tirta Alam Tarakan dapat segera menyelesaikan gangguan teknis pada jaringan pipa atau mengoptimalkan distribusi air baku agar pasokan ke rumah-rumah warga kembali normal. Warga menegaskan bahwa bantuan tangki darurat sifatnya hanya penanganan sementara, sedangkan kepastian aliran air yang stabil melalui pipa rumah tangga adalah solusi jangka panjang yang sangat mereka idamkan demi keberlangsungan hidup yang layak di kawasan pesisir Tarakan.

MF
M FadliEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update