Sabtu, 24 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Daerah
Daerah

Demonstrasi di DPRD Kalsel Ricuh Dua Kali: Pagar Gedung Roboh, Massa Desak Temui Pimpinan

✍️ M Fadli 🕒 23 Oct 2026 👁️ 3x dibaca
Aksi demonstrasi mahasiswa di gedung DPRD Kalsel
Aksi demonstrasi mahasiswa di gedung DPRD Kalsel Foto: detik.com

Aksi unjuk rasa yang digelar oleh gelombang massa mahasiswa dan elemen masyarakat di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Selatan berakhir ricuh dan memanas. Ketegangan yang memuncak dalam dua gelombang bentrokan beruntun tersebut mengakibatkan kerusakan fisik cukup parah pada fasilitas kantor legislatif, ditandai dengan robohnya sedikitnya empat unit pagar besi pengaman Gedung DPRD Kalsel. Kericuhan dipicu oleh kekecewaan massa yang merasa aspirasi mereka diabaikan serta tidak dihadiri secara langsung oleh jajaran pimpinan dewan untuk berdialog secara terbuka.

Suasana di area sekitar Jalan Padang Mataram, Banjarmasin, lokasi Gedung DPRD Kalsel berada, sejak awal sejatinya sudah diwarnai ketegangan. Massa aksi yang berkumpul sejak siang hari membawa berbagai atribut demo, spanduk tuntutan, serta pengeras suara. Mereka menyuarakan kekecewaan mendalam atas berbagai kebijakan publik dan isu daerah yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat kecil.

Awalnya, jalannya penyampaian aspirasi berlangsung relatif tertib di bawah pengawalan ketat aparat kepolisian dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Namun, situasi perlahan menegang ketika massa mulai merapat ke pintu gerbang utama. Dorong-mendorong antara barisan pengunjuk rasa yang ingin menerobos masuk dan aparat penjaga tak terhindarkan.

Gelombang gesekan pertama meletus tatkala massa mencoba menekan barikade. Emosi peserta aksi yang membumbung tinggi membuat pengawasan di baris depan jebol, hingga akhirnya satu per satu benteng pagar besi di area depan gedung oleng dan rubuh ke tanah. Tidak berhentinya dorongan massa dalam dua kali masa krusial membuat total empat panel pagar gedung DPRD Kalsel hancur dan ambruk.

Di tengah kepulan debu dan riuhnya teriakan pengunjuk rasa, orator dari atas mobil komando terus membakar semangat barisan. Para mahasiswa menegaskan bahwa kedatangan mereka bukan untuk sekadar berorasi tanpa hasil, melainkan menuntut kehadiran nyata para wakil rakyat yang duduk di kursi parlemen daerah tersebut.

Eskalasi massa yang kian memuncak membuat perwakilan DPRD Kalsel dan pihak kepolisian mencoba melunakkan suasana dengan memberikan penjelasan di lapangan. Namun, ketidakberadaan seluruh unsur pimpinan lengkap DPRD Kalsel membuat massa menolak mentah-mentah negosiasi awal.

Dalam situasi yang dipenuhi dorongan massa serta riuh teriakan penolakan, koordinator aksi di lapangan memberikan ketegasan terkait alasan mengapa massa bertindak semakin nekat dan bertahan di area gedung dewan.

Seorang koordinator lapangan dalam orasinya menyampaikan secara langsung:

"Kami datang ke sini dengan niat baik menyampaikan suara rakyat, tetapi jika pimpinan dewan terus bersembunyi dan enggan menemui kami, maka jangan salahkan jika massa bertindak lebih keras untuk menuntut haknya."

Ketegangan makin bertambah saat pagar besi yang roboh dimanfaatkan sebagian massa untuk semakin mendekat ke halaman dalam gedung. Aparat keamanan yang bersiap dengan tameng dan peralatan pengaman berusaha keras menahan laju massa agar tidak masuk lebih jauh ke dalam area vital atau ruang sidang utama DPRD.

Merespons potensi kerusuhan yang kian meluas, pihak kepolisian melalui pejabat pengaman wilayah segera mengambil pengeras suara untuk mengimbau massa agar tetap berada dalam koridor hukum dan tidak melakukan tindakan destruktif tambahan.

Kapolresta yang memimpin pengamanan di lokasi kejadian menyatakan langsung kepada media dan peserta aksi:

"Kami mengimbau kepada seluruh peserta aksi untuk tetap tenang dan menyuarakan aspirasi secara damai. Segala bentuk perusakan fasilitas umum dan tindakan anarkis tidak akan kita toleransi dan akan diproses sesuai hukum yang berlaku."

Di sisi lain, perwakilan anggota dewan yang akhirnya memberanikan diri keluar menemui kerumunan massa berusaha memberikan penjelasan mengenai keberadaan pimpinan DPRD yang sedang tidak berada di tempat atau sedang menjalankan tugas luar yang tidak bisa ditinggalkan.

Anggota DPRD Kalsel yang menemui massa aksi menegaskan secara langsung:

"Kami menerima dan menampung seluruh aspirasi yang disampaikan adik-adik mahasiswa hari ini. Namun, perlu kami tegaskan bahwa pimpinan DPRD saat ini sedang tidak berada di tempat karena ada agenda kerja resmi yang tidak dapat diwakilkan."

Penjelasan dari perwakilan dewan tersebut sempat disambut sorakan ketidakpuasan oleh barisan aksi. Terjadi perdebatan sengit di baris depan antara perwakilan mahasiswa dan anggota dewan yang hadir. Mahasiswa menganggap alasan tersebut hanyalah alibi klasik untuk menghindari desakan publik.

Setelah melalui proses negosiasi yang alot serta pengawalan berlapis dari personel kepolisian dan Satpol PP, kondisi di sekitar Gedung DPRD Kalimantan Selatan secara perlahan mulai terkendali jelang petang. Pihak perwakilan mahasiswa akhirnya bersedia menyerahkan lembar tuntutan tertulis kepada anggota dewan yang hadir, dengan tenggat waktu jawaban yang sangat ketat.

Massa aksi secara bergelombang mulai membubarkan diri dan meninggalkan lokasi unjuk rasa dengan tertib, meski memisakan puing-puing perusakan berupa empat pagar besi yang roboh dan berserakan di halaman depan. Petugas kebersihan serta sekretariat DPRD langsung dikerahkan untuk membersihkan sisa-sisa reruntuhan pagar serta sampah yang tertinggal pasca-unjuk rasa.

Peristiwa robohnya empat pagar gedung parlemen ini menjadi catatan kelam dinamika penyampaian aspirasi di Kalimantan Selatan. Pihak kepolisian mengonfirmasi akan melakukan evaluasi menyeluruh atas pengamanan demo tersebut, termasuk menginventarisasi kerusakan fasilitas negara untuk menentukan langkah-langkah penanganan hukum selanjutnya. Sementara itu, konsolidasi lanjutan dari aliansi mahasiswa diprediksi akan kembali digelar jika tuntutan yang mereka layangkan tidak mendapat respons konkret dari pimpinan DPRD Kalsel dalam beberapa hari mendatang.

MF
M FadliEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update