Dua Helikopter BNPB Padamkan Karhutla di Kayong Utara, Terkendala Awan Cumulonimbus
monitorkayong.com – Operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menggunakan dua helikopter water bombing milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Kabupaten Kayong Utara menghadapi kendala cuaca pada Jumat, 2 Oktober 2026.
Dua helikopter tersebut masing-masing MI-172 Registrasi VN-8424 dan Sikorsky UH-60L Registrasi VA-L6T. Pertumbuhan awan Cumulonimbus serta kondisi jarak pandang menjadi salah satu hambatan selama pelaksanaan operasi.
Helikopter MI-172 yang dioperasikan melalui mitra BNPB, PT Gunung Selatan, melakukan dua sortie dengan sasaran pemadaman di Desa Rantau Panjang, Kecamatan Simpang Hilir.
Operator PT Gunung Selatan, Andi Cahyo, mengatakan pada sortie pertama pihaknya melakukan 20 kali water drop dengan total 80.000 liter air.
"Untuk sortie pertama, kami melakukan 20 kali water drop dengan 80.000 liter air di Desa Rantau Panjang, Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara. Namun pada saat kami meninggalkan area, kondisinya masih berasap tebal. Pada sortie kedua, kami melakukan 20 kali water drop dan saat kami meninggalkan area, lokasi tersebut masih berasap," kata operator PT. Gunung Selatan Andi Cahyo usai mengikuti briefing bersama tim terpadu penanganan karhutla di ruang rapat Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kalbar. Jumat, 2 Oktober 2026 malam.
Menurut Andi, perjalanan dari Kota Pontianak menuju wilayah operasi juga dihadapkan pada pertumbuhan awan konvektif yang tinggi serta hujan. Kondisi tersebut memengaruhi jarak pandang selama penerbangan.
"Awan Cumulonimbus tentu menjadi kendala dalam penerbangan, dan pasti akan selalu dihindari. Tetapi saat kami menghindari, masih terdapat kumpulan awan konvektif dan kondisi ini tentu menjadi tantangan dan kendala bagi kami. Namu dengan pengalaman dan professionalisme serta perhitungan dari crew kami, Alhamdulillah, crew kami dapat menembus awan tersebut sehingga misi water bombing bisa kami lakukan dengan maksimal di lokasi," ucap Andi Cahyo.
Sementara itu, helikopter Sikorsky UH-60L yang dioperasikan melalui PT Elang Dhirgantara Candracanta juga menjalankan misi pemadaman pada hari yang sama.
Operator helikopter, Fikar, mengatakan satu sortie dilakukan dengan sasaran karhutla di Desa Teluk Batang, Kecamatan Teluk Batang. Dalam operasi tersebut, helikopter melakukan 20 kali water drop dengan total sekitar 88.000 liter air.
"Saat kami meninggalkan lokasi, kondisi titik panas (hotspot) di area itu masih dalam kondisi berasap tipis dan kami kembali ke basecamp. Namun saat kami ingin melakukan sortie kedua, kami menemui kendala adanya pertumbuhan awan Cumulonimbus di bandara dan di lokasi titik hotspot," ujar Fikar.
Kondisi cuaca tersebut membuat pelaksanaan sortie berikutnya harus menghadapi pertimbangan keselamatan penerbangan. Meski demikian, dua helikopter tetap berhasil menjalankan misi pemadaman di sejumlah titik karhutla di Kayong Utara pada hari tersebut.
