Sabtu, 24 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Daerah
Daerah

Hujan Ringan Masih Berpotensi Guyur Kayong Utara hingga 9 Oktober, Karhutla Tetap Diwaspadai

✍️ Yuliana 🕒 06 Oct 2026 👁️ 6x dibaca
Ilustrasi - Masyarakat diminta tetap waspada terhadap ancaman karhutla meskipun hujan diperkirakan berpotensi terjadi hingga sepekan ke depan.
Ilustrasi - Masyarakat diminta tetap waspada terhadap ancaman karhutla meskipun hujan diperkirakan berpotensi terjadi hingga sepekan ke depan. Foto: istimewa

monitorkayong.com – Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Barat (Kalbar) hingga 9 Oktober 2026. Meski demikian, potensi kemudahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih perlu diwaspadai, termasuk di wilayah Kayong Utara.

Prakirawan Cuaca BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Pontianak, Henru, menyampaikan bahwa hujan masih berpotensi terjadi di hampir seluruh wilayah Kalbar dalam beberapa hari ke depan. Namun, kondisi tersebut tidak serta-merta menghilangkan risiko karhutla.

“Potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih terjadi hampir seluruh wilayah di Kalbar hingga satu minggu ke depan. Namun, pada waktu yang sama potensi kemudahan karhutla juga terjadi di beberapa daerah di Kalbar,” kata Henru, Minggu (4/10).

Berdasarkan prakiraan BMKG, Kayong Utara termasuk wilayah yang berpotensi mengalami hujan ringan pada sejumlah hari. Hujan ringan diprediksi terjadi di Kayong Utara pada 3 dan 4 Oktober.

Sementara pada 5 Oktober, hujan ringan diprakirakan terjadi di sejumlah wilayah Kalbar, tetapi Kayong Utara tidak termasuk dalam daftar daerah yang diprediksi mengalami hujan pada hari tersebut.

Memasuki 6 dan 7 Oktober, BMKG memprakirakan hujan ringan di sejumlah kabupaten dan kota di Kalbar. Kondisi tersebut kemudian kembali berpotensi terjadi di Kayong Utara pada 8 Oktober.

Kayong Utara juga masuk dalam wilayah yang diprediksi mengalami hujan ringan pada 9 Oktober.

“Pada 6 hingga 9 Oktober tidak ada kabupaten yang diprediksi diguyur hujan dengan intensitas sedang,” ujar Henru.

BMKG juga mencatat pertumbuhan awan hujan masih berpeluang terjadi di beberapa wilayah Kalbar pada 3 hingga 12 Oktober 2026. Namun, pada periode 6–9 Oktober diperkirakan terdapat penurunan intensitas curah hujan di sejumlah daerah.

Situasi tersebut membuat masyarakat tetap perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya karhutla, khususnya ketika kondisi hujan mulai berkurang.

Henru mengimbau masyarakat agar memperhatikan perubahan kondisi cuaca dan menghindari kegiatan yang berpotensi memicu kebakaran lahan.

“Tentunya masyarakat diimbau tetap waspada terhadap perubahan cuaca dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran lahan,” pungkasnya.

Y
YulianaEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update