Investasi Kalbar Tembus Rp11,69 Triliun pada Triwulan I 2026, Kemitraan UMKM Didorong
monitorkayong.com – Realisasi investasi di Kalimantan Barat mencapai Rp11,69 triliun pada triwulan I 2026. Nilai tersebut setara 21,17 persen dari target investasi sepanjang tahun ini yang ditetapkan sebesar Rp55,2 triliun.
Staf Bidang Ekonomi Setda Kalbar, Tere Widi, mengatakan capaian tersebut perlu diiringi komitmen dunia usaha untuk memperluas manfaat investasi bagi masyarakat. Menurutnya, pertumbuhan modal tidak cukup hanya meningkatkan aktivitas ekonomi, tetapi juga harus berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat dan perkembangan usaha lokal.
Hal itu disampaikan Tere dalam forum diskusi kelompok terarah (FGD) bertema “Kolaborasi Publik Mendorong Investasi Inklusif dan Berkelanjutan di Kalbar” yang diselenggarakan Sekber Satu Kata, Kamis (8/10).
"Dari target 2026 tersebut, realisasi investasi Kalbar pada Triwulan I 2026 telah mencatatkan angka sebesar Rp11,69 triliun atau sekitar 21,17 persen dari total target yang ditetapkan," kata Tere.
Kinerja investasi Kalbar juga mencatatkan hasil positif sepanjang 2025. Realisasi investasi pada tahun tersebut mencapai Rp51,36 triliun, melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp30,39 triliun.
Tere menilai keberhasilan melampaui target tersebut harus menjadi momentum bagi pelaku usaha untuk memperkuat kontribusinya terhadap perekonomian masyarakat.
"Dengan tercapainya realisasi lebih dari 100 persen pada tahun 2025 lalu, pemerintah meminta komitmen pengusaha untuk memberikan dampak ke masyarakat, terutama kesejahteraannya. Komitmen pengusaha untuk tak hanya berinvestasi, tapi juga memberikan kontribusi ke masyarakat," ujarnya.
Kemitraan UMKM Jadi Perhatian
Menurut Tere, Kalimantan Barat masih memiliki peluang besar untuk menarik investasi baru. Namun, potensi tersebut perlu dioptimalkan melalui kerja sama antara pemerintah, perusahaan, masyarakat, dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
"Kalbar masih sangat terbuka untuk investasi, pengusaha harus melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak, pemerintah dan masyarakat. Kemitraan dengan UMKM harus ditingkatkan," katanya.
Ia menjelaskan, ketentuan mengenai kemitraan perusahaan besar dengan UMKM telah diberlakukan pemerintah. Kebijakan ini diharapkan dapat membuka kesempatan bagi pelaku usaha lokal untuk terlibat dalam aktivitas ekonomi yang berkembang seiring masuknya investasi.
Penguatan kemitraan tersebut juga dinilai penting agar manfaat investasi tidak hanya terkonsentrasi pada perusahaan besar, tetapi dapat menjangkau berbagai lapisan pelaku ekonomi di daerah.
Posisi Perbatasan dan Pelabuhan Kijing Jadi Potensi Investasi
Selain peluang pengembangan usaha, letak geografis Kalimantan Barat yang berbatasan langsung dengan Malaysia menjadi salah satu faktor pendukung investasi. Posisi tersebut membuka kesempatan bagi pengembangan perdagangan dan kegiatan ekonomi lintas negara.
Infrastruktur logistik juga menjadi modal penting bagi pengembangan investasi di provinsi ini. Salah satunya adalah Pelabuhan Internasional Kijing di Kabupaten Mempawah yang berpotensi memperkuat konektivitas perdagangan dan distribusi barang.
Dokumen Kementerian Perhubungan mencatat konsesi pengusahaan jasa kepelabuhanan Terminal Kijing Pelabuhan Pontianak dengan PT Pelabuhan Indonesia. Nilai realisasi investasi yang disepakati dalam dokumen tersebut tercatat sekitar Rp3,28 triliun hingga periode yang dilaporkan.
Di sisi lain, kawasan perbatasan Kalbar berpeluang dikembangkan lebih luas, tidak sebatas sebagai jalur perlintasan orang dan barang. Kawasan tersebut juga berpotensi menjadi pusat perdagangan, jasa, pariwisata, hingga investasi lintas negara.
Pemanfaatan potensi geografis dan infrastruktur itu diharapkan mampu memperluas peluang usaha sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi daerah.
Investasi Diharapkan Menggerakkan Ekonomi Lokal
Pemerintah daerah mendorong agar pertumbuhan investasi di Kalimantan Barat berjalan seiring dengan penguatan keterlibatan pelaku usaha lokal. Kemitraan antara perusahaan besar dan UMKM menjadi salah satu upaya untuk memperluas manfaat ekonomi dari setiap investasi yang masuk.
Dengan dukungan infrastruktur perdagangan dan posisi strategis di kawasan perbatasan, investasi di Kalbar diharapkan tidak hanya meningkatkan nilai penanaman modal, tetapi juga memperkuat rantai pasok, membuka peluang usaha, dan mendorong kesejahteraan masyarakat.
Kemudahan berinvestasi pun perlu diimbangi dengan kolaborasi yang berkelanjutan agar pertumbuhan ekonomi memberikan manfaat lebih merata bagi masyarakat Kalimantan Barat.
