Kalbar Diprediksi Alami Jeda Hujan 2-9 Oktober, Ancaman Karhutla Mengintai
monitorkayong.com-Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Barat mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada awal Oktober 2026.
Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio, Septikasari, mengatakan Kalimantan Barat diperkirakan mengalami jeda hujan pada 2 hingga 9 Oktober 2026. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan kemudahan terjadinya kebakaran di sejumlah wilayah.
“Karena sebagian wilayah Kalbar masuk dalam kategori mudah hingga sangat mudah terbakar,” ujar Septikasari, Rabu (30/9/2026).
Menurut BMKG, potensi jeda hujan terutama perlu diwaspadai pada 2 hingga 7 Oktober. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran lahan.
Sementara itu, pada Kamis (1/10/2026), sejumlah wilayah Kalbar masih berpotensi mengalami hujan. Hujan dengan intensitas sedang diprakirakan terjadi di Bengkayang, Kapuas Hulu, Sambas, Sekadau, dan Sintang.
Kondisi cuaca tersebut menjadi perhatian karena Kalbar masih berada dalam periode penanganan karhutla yang sebelumnya menyebabkan kabut asap di sejumlah wilayah.
BMKG memperkirakan curah hujan di Kalbar kembali meningkat pada pertengahan Oktober, dengan potensi hujan yang lebih banyak pada November dan Desember.
