Sabtu, 24 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Nasional
Nasional

Karhutla Kalimantan Capai 11.202 Hektare, BNPB Fokuskan OMC di Kayong Utara

✍️ Yuliana 🕒 23 Oct 2026 👁️ 3x dibaca
Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan. Foto: istimewa

monitorkayong.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tiga provinsi utama Pulau Kalimantan mencapai 11.202 hektare. Kalimantan Tengah menjadi wilayah dengan luasan kebakaran terbesar, disusul Kalimantan Selatan dan Kalimantan Barat.

Berdasarkan data BNPB, luas lahan terbakar di Kalimantan Tengah mencapai 7.938 hektare, Kalimantan Selatan 1.974 hektare, dan Kalimantan Barat 1.290 hektare.

Untuk mempercepat penanganan kebakaran, BNPB mengerahkan 38.772 personel satuan tugas darat yang disiagakan di tiga provinsi tersebut.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan, mengatakan pengerahan personel meningkat hingga empat kali lipat dibandingkan jumlah yang biasanya diterjunkan.

“Pengerahan personel darat tersebut mengalami peningkatan signifikan hingga empat kali lipat dari jumlah biasanya guna mempercepat proses pemadaman di lapangan,” kata Berton di Jakarta, Kamis (22/10/2026), seperti dikutip Antara.

Dari total personel yang dikerahkan, sebanyak 16.387 personel bertugas di Kalimantan Tengah, 14.458 personel di Kalimantan Barat, dan 7.927 personel di Kalimantan Selatan.

Ketapang dan Kayong Utara Jadi Fokus Operasi Udara

Selain mengandalkan kekuatan darat, BNPB juga mengoptimalkan penanganan karhutla melalui dukungan 34 unit armada udara. Armada tersebut terdiri atas helikopter water bombing, pesawat patroli, dan pesawat pendukung operasi modifikasi cuaca (OMC).

Sebanyak 14 unit armada udara ditempatkan di Kalimantan Selatan, sedangkan Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat masing-masing mendapat 10 unit.

BNPB menerapkan pola penugasan fleksibel sehingga armada dari satu provinsi dapat digerakkan untuk membantu wilayah lain sesuai kebutuhan darurat.

Dalam operasi modifikasi cuaca, BNPB melaksanakan total 13 sorti penyemaian bahan untuk mendukung pembentukan hujan. Bahan yang digunakan meliputi dry ice atau es kering serta natrium klorida (NaCl) atau garam.

Di Kalimantan Tengah, petugas melaksanakan sembilan sorti dengan menyebarkan 4.400 kilogram dry ice dan 3.800 kilogram garam.

Sementara itu, di Kalimantan Selatan dilakukan dua sorti penyemaian dengan menggunakan 2.000 kilogram garam. Operasi tersebut difokuskan di wilayah Tapin, Banjar, Barito Kuala, dan Kotabaru.

Untuk Kalimantan Barat, BNPB tetap melaksanakan dua sorti penyemaian menggunakan 1.800 kilogram garam, terutama di Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara.

Berton menjelaskan, operasi modifikasi cuaca tetap dioptimalkan meskipun cakupan lahan terbakar semakin mengecil. Langkah tersebut dilakukan karena sejumlah wilayah, khususnya Ketapang dan Kayong Utara, masih minim mendapatkan hujan secara alami.

Upaya penanganan melalui pengerahan personel darat dan operasi udara diharapkan dapat mempercepat pemadaman sekaligus menekan meluasnya kebakaran di wilayah Kalimantan.

Y
YulianaEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update