Karhutla Seruyan Merembet ke Kompleks Perkantoran Pemkab, Gedung Disnaker Terdampak
Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan Tengah kian meresahkan. Kobaran api yang bersumber dari lahan gambut kering kini meluas hingga menerobos masuk ke area perkantoran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seruyan, Minggu (18/10/2026) sore. Dalam insiden darurat tersebut, paparan hawa panas dan jilatan api sempat menjangkau serta merusak bagian dinding hingga plafon gedung Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnaker) Kabupaten Seruyan sebelum tim gabungan berhasil menjinakkan si jago merah.
Krisis karhutla yang melalap vegetasi di sekitar area pusat pemerintahan setempat langsung memicu kepanikan dan respons cepat dari tim pemadam kebencanaan. Peristiwa ini menjadi alarm bahaya nyata bahwa kobaran api di atas lahan gambut mampu menjalar dengan sangat cepat menuju fasilitas publik dan pusat pelayanan pemerintahan.
Petugas pemadam kebakaran dari instansi terkait bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Seruyan langsung mengerahkan personel dan armada ke lokasi begitu kobaran api terlihat mendekati bangunan perkantoran. Upaya melokalisasi titik api dilakukan secara masif agar kebakaran tidak merembet ke gedung pemerintahan lainnya yang letaknya saling berdekatan di kawasan kompleks tersebut.
Gedung Disnaker Seruyan menjadi bangunan yang paling terdampak langsung karena letaknya yang berada dekat dengan batas vegetasi lahan gambut yang terbakar. Api yang membesar dengan cepat akibat tiupan angin kencang merambat melalui rerimbunan semak belukar hingga menjangkau bagian luar struktur bangunan gedung. Kerusakan fisik dialami pada bagian luar dinding serta konstruksi plafon bangunan akibat paparan suhu tinggi dan radiasi panas dari kebakaran di sekitarnya.
Terkait dinamika pergerakan api dan kronologi penanganan di lapangan, pihak pemadam memberikan keterangan resminya.
"Kami terus siaga sesuai laporan masyarakat. Api mengarah dari Desa Sungai Undang, dan wilayah yang terbakar merupakan lahan gambut," kata Nomo, Senin (19/10/2026).
Proses pemadaman tidak berlangsung mudah lantaran kondisi medan yang terbakar merupakan karakteristik lahan gambut murni. Lahan jenis ini menyimpan potensi bahan bakar alami di bawah permukaan tanah yang sangat mudah menyebar jika kekeringan ekstrem melanda kawasan tersebut. Sejak awal munculnya sinyal bahaya, tim telah bergerak melakukan aksi pencegahan dan penyiraman.
Petugas mulai melakukan penanganan sejak Minggu sekitar pukul 09.30 WIB.
Selama berjam-jam petugas gabungan berjuang memutus rantai api agar tidak menjangkau instalasi vital lainnya. Kerjasama lintas sektor antara pemadam kebakaran, BPBD, personel TNI-Polri, hingga relawan masyarakat setempat menjadi kunci penahanan laju api yang mengancam kompleks perkantoran Pemkab Seruyan tersebut.
"Alhamdulillah, berkat kolaborasi dengan pihak BPBD Seruyan, kejadian ini dapat ditangani dengan cepat," pungkasnya.
Peristiwa menjajaki area perkantoran Pemkab Seruyan ini menegaskan betapa kritisnya ancaman bencana kebakaran hutan dan lahan yang tengah melanda wilayah Kalimantan Tengah selama musim kemarau. Karakteristik lahan gambut di wilayah Seruyan yang tebal dan mengering membuat penanganan karhutla membutuhkan effort ekstraselama berhari-hari.
Titik api yang berawal dari semak belukar di sekitar kawasan Desa Sungai Undang dengan cepat bergerak akibat hembusan angin kencang. Faktor cuaca yang terik dan ketersediaan vegetasi kering bertindak sebagai pemicu utama yang mempercepat laju perambatan api hingga menembus benteng pertahanan luar kompleks perkantoran daerah.
Pihak berwenang dan jajaran Pemkab Seruyan kini makin meningkatkan level kewaspadaan di area sekitar fasilitas publik. Pembersihan lahan pekarangan di belakang gedung-gedung dinas serta penyediaan benteng basah (wet barrier) mulai dipertimbangkan sebagai langkah preventif jangka pendek. Hal ini penting mengingat akumulasi bahan bakar organik gambut di bawah permukaan masih menyimpan potensi bara api yang sewaktu-waktu dapat menyala kembali (re-ignite) apabila diterpa angin kencang.
Meskipun bagian dinding luar dan atap/plafon gedung Disnaker mengalami kerusakan akibat jilatan api, tim gabungan berhasil menyelamatkan bagian utama bangunan sehingga tidak sampai hangus terbakar secara keseluruhan. Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun evaluasi mengenai sistem mitigasi kebakaran di kawasan kompleks Pemkab Seruyan terus diperketat agar kejadian serupa tidak mengancam objek-objek vital pemerintahan lainnya di masa mendatang.
