Kisah Yuliana Kislin, Sempat Gagal 3 Kali CPNS hingga Jadi Pejabat Pemkab Ketapang
monitorkayong.com – Perjalanan karier Yuliana Kislin hingga dipercaya menduduki jabatan baru di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ketapang menjadi gambaran panjangnya proses pengabdian seorang aparatur pemerintahan.
Sebelum dilantik sebagai Sekretaris Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Ketapang pada Oktober 2026, Yuliana dikenal pernah memimpin Kecamatan Simpang Hulu.
Dalam perjalanan tugasnya, perempuan yang memiliki latar belakang pendidikan dari Fisipol Universitas Tanjungpura Pontianak tersebut menekankan pentingnya komunikasi dan kolaborasi dalam menjalankan pemerintahan di tingkat wilayah.
Saat memimpin Simpang Hulu, salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Luasnya wilayah kecamatan yang mencakup 15 desa dan dua desa persiapan membuat penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.
Menurut Yuliana, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam menghadapi ancaman tersebut. Peran masyarakat dan perusahaan juga diperlukan, terutama dalam upaya pencegahan dan penanganan ketika kebakaran terjadi.
"Masalah Karhutla butuh langkah bersama. Pemerintah, masyarakat, dan perusahaan harus saling bahu-membahu. Sejauh ini komunikasi dan koordinasi dengan Mukti Plantation berjalan sangat baik dalam upaya penanggulangan dan pencegahan bencana ini," ujar Yuliana.
Kolaborasi tersebut tidak hanya dilakukan ketika terjadi kebakaran. Komunikasi secara berkala juga menjadi bagian dari langkah pencegahan agar potensi karhutla dapat ditangani lebih cepat.
Yuliana menilai hubungan yang baik antara pemerintah kecamatan, masyarakat, dan mitra perusahaan menjadi bagian penting dalam menghadapi berbagai persoalan di wilayah.
Perjalanan karier Yuliana sendiri dimulai dari posisi staf. Setelah menyelesaikan pendidikan di Fisipol Universitas Tanjungpura, ia sempat menghadapi masa sulit karena belum mendapatkan pekerjaan selama empat tahun.
Ia juga sempat gagal dalam tiga kali seleksi CPNS. Namun, pada percobaan keempat pada 2010, Yuliana akhirnya dinyatakan lulus dan mulai mengabdi sebagai staf Dinas Sosial Kabupaten Ketapang.
Kariernya kemudian berlanjut sebagai staf Sekretariat Kecamatan Simpang Hulu pada 2012, sebelum dipercaya menduduki jabatan kepala seksi pada 2016 dan Sekretaris Kecamatan pada 2019.
Yuliana selanjutnya dipercaya sebagai Pelaksana Tugas Camat dan kemudian resmi dilantik sebagai Camat Simpang Hulu pada 2023.
Pengalaman bekerja dari jenjang paling bawah hingga memimpin wilayah disebut memberikan pemahaman mengenai kondisi masyarakat dan dinamika pemerintahan di lapangan.
Ia pun berpesan kepada generasi muda agar tidak mudah menyerah dalam menjalani proses untuk mencapai tujuan.
"Jangan gengsi dan jangan memilih-milih pekerjaan. Yang terpenting adalah mencari pengalaman dan mengasah skill. Sukses itu tidak instan, harus melalui proses, dari pahitnya pengalaman menjadi manisnya hasil," katanya.
Kini, Yuliana melanjutkan pengabdiannya dengan jabatan sebagai Sekretaris Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Ketapang.
Perjalanan tersebut sekaligus menjadi bagian dari proses panjang pengabdiannya di pemerintahan, setelah melewati berbagai jenjang tugas dan tanggung jawab di Kabupaten Ketapang.
