LPTQ Kalbar Undang Kakanwil Kemenag Hadiri MTQBB 2026 di Kuching
monitorkayong.com — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat, Dr. H. Muhajirin Yanis, menerima undangan untuk menghadiri Majlis Tilawah Al-Quran Bandaraya Se-Borneo (MTQBB) Tahun 1448 H/2026 M yang akan berlangsung di Kuching, Sarawak, Malaysia.
Undangan tersebut disampaikan Ketua LPTQ Kalimantan Barat Brigjen Pol. (Purn) Drs. H. Andi Musa saat berkunjung ke ruang kerja Kakanwil Kemenag Kalbar pada Selasa, 29 September 2026. Dalam kunjungan itu, Andi Musa didampingi Koordinator Bidang Sekretariatan LPTQ Kalbar H. Joni Abu.
MTQBB dijadwalkan berlangsung pada 26–29 Oktober 2026 di Kuching, Sarawak, Malaysia. Undangan tersebut berasal dari Datuk Haji Misnu bin Haji Taha dari Majlis Islam Sarawak.
Kegiatan MTQBB menjadi forum yang mempertemukan peserta dan tokoh Al-Quran dari berbagai wilayah di kawasan Borneo. Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk memperkuat semangat pengembangan dan pengamalan nilai-nilai Al-Quran.
Sejumlah agenda akan dilaksanakan dalam rangkaian kegiatan tersebut, di antaranya Tilawah Al-Quran, Hafazan Al-Quran, Seminar Al-Quran, Majlis Peresmian, serta Bicara Mufti Se-Borneo.
Kegiatan itu juga dijadwalkan dihadiri Ketua Umum LPTQ Nasional Prof. Dr. H. Abu Rokhmad, M.Ag., bersama sejumlah tokoh dan perwakilan lembaga keagamaan dari kawasan Borneo.
Muhajirin Yanis mengapresiasi kunjungan LPTQ Kalbar sekaligus undangan yang disampaikan. Ia menilai MTQBB dapat menjadi momentum untuk memperkuat silaturahmi dan kerja sama dalam pengembangan syiar Al-Quran di kawasan Borneo.
“Al-Quran tidak hanya menjadi sumber nilai dan pedoman kehidupan, tetapi juga menjadi sarana untuk mempererat persaudaraan dan membangun hubungan yang baik antarumat dan antarlembaga,” ujar Muhajirin.
Menurut Muhajirin, keikutsertaan Kalimantan Barat dalam MTQBB diharapkan dapat memberikan kontribusi positif serta memperluas jaringan kerja sama dalam bidang tilawah, hafalan, kajian, dan pengembangan nilai-nilai Al-Quran.
Ia juga menyebut kegiatan seperti MTQBB memiliki nilai strategis dalam memperkuat syiar Islam. Forum tersebut dapat menjadi ruang bagi qari, hafiz, ulama, dan pemerhati Al-Quran untuk bertukar pengalaman serta pengetahuan.
“Kita berharap kegiatan ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi pengembangan Al-Quran, khususnya bagi masyarakat di wilayah Borneo,” tutup Muhajirin.
