Sabtu, 24 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Ekonomi
Ekonomi

PAD Kayong Utara Ditargetkan Rp101,9 Miliar pada 2027, Naik 72,1 Persen

✍️ Yuliana 🕒 08 Oct 2026 👁️ 5x dibaca
Bupati Kayong Utara Romi Wijaya
Bupati Kayong Utara Romi Wijaya Foto: istimewa

monitorkayong.com – Pemerintah Kabupaten Kayong Utara menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada 2027 mencapai sekitar Rp101,9 miliar. Target tersebut meningkat sekitar 72,1 persen dibandingkan PAD dalam APBD murni 2026 yang tercatat sebesar Rp59,2 miliar.

Bupati Kayong Utara Romi Wijaya mengatakan, peningkatan target PAD tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah untuk memperkuat kapasitas fiskal di tengah keterbatasan kemampuan keuangan daerah.

"Target tersebut merupakan komitmen untuk memperkuat kapasitas fiskal Kabupaten Kayong Utara dan harus diikuti dengan upaya nyata dalam menggali potensi pendapatan secara optimal," kata Romi di Sukadana, Rabu.

Ia menjelaskan, target PAD 2027 akan ditopang oleh sejumlah sumber penerimaan. Salah satunya berasal dari optimalisasi pajak daerah yang ditargetkan sekitar Rp25,6 miliar.

Penerimaan tersebut bersumber dari Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT), opsen pajak, serta Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB).

Selain pajak, pemerintah daerah menargetkan penerimaan retribusi sekitar Rp68,7 miliar. Sumbernya antara lain berasal dari retribusi pelayanan kesehatan, jasa kepelabuhanan, persetujuan bangunan gedung, serta penggunaan tenaga kerja asing pada proyek strategis nasional di Kawasan Industri Pulau Penebang.

Menurut Romi, perkembangan kegiatan ekonomi dan investasi di Kayong Utara diharapkan turut memperluas basis penerimaan daerah. Aktivitas tersebut juga diharapkan memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat.

Namun, ia mengingatkan kenaikan target pendapatan harus dibarengi dengan kemampuan pemerintah daerah dalam merealisasikannya. Hal tersebut penting agar pelaksanaan belanja daerah tetap berjalan sesuai kemampuan keuangan.

"Besarnya rencana belanja harus berjalan seiring dengan kemampuan daerah dalam merealisasikan pendapatan," ujarnya.

Dalam Rancangan APBD 2027, total pendapatan daerah Kayong Utara direncanakan mencapai Rp659,8 miliar. Angka tersebut naik Rp26,1 miliar atau sekitar 4,13 persen dibandingkan APBD murni 2026 sebesar Rp633,7 miliar.

Pendapatan daerah masih didominasi dana transfer yang direncanakan mencapai sekitar Rp557,9 miliar. Jumlah tersebut terdiri atas transfer dari pemerintah pusat sekitar Rp531,9 miliar dan transfer antardaerah sekitar Rp25,9 miliar.

Sementara itu, belanja daerah dalam RAPBD 2027 direncanakan sebesar Rp680,9 miliar, meningkat Rp28,5 miliar atau sekitar 4,36 persen dibandingkan APBD murni 2026 yang mencapai Rp652,3 miliar.

Dengan struktur pendapatan dan belanja tersebut, RAPBD Kayong Utara 2027 mengalami defisit sekitar Rp21 miliar. Defisit tersebut direncanakan ditutup melalui pembiayaan netto daerah.

Romi menegaskan pemerintah daerah akan melakukan pengendalian dan penyesuaian belanja apabila realisasi pendapatan tidak mencapai target yang telah ditetapkan.

Langkah tersebut akan dilakukan dengan tetap memperhatikan kemampuan keuangan daerah dan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Untuk mengejar target penerimaan, Pemkab Kayong Utara akan memperkuat intensifikasi dan ekstensifikasi pendapatan. Selain itu, tata kelola pemungutan, kepatuhan wajib pajak dan retribusi, serta sistem pelayanan dan pembayaran juga akan diperbaiki.

"Target PAD tidak boleh kita maknai hanya sebagai angka di dalam dokumen anggaran. Ini merupakan komitmen untuk memperkuat kapasitas fiskal daerah," katanya.

Romi berharap target pendapatan 2027 dapat terealisasi bahkan melampaui target. Dengan demikian, berbagai program pembangunan yang telah direncanakan bersama DPRD dapat dijalankan secara optimal.

"Keberhasilan APBD tidak hanya diukur dari seberapa besar anggaran yang kita tetapkan, tetapi juga dari seberapa realistis pendapatan dapat direalisasikan, seberapa berkualitas belanja dilaksanakan, dan seberapa besar manfaatnya dirasakan masyarakat," ujarnya.

Y
YulianaEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update