Sabtu, 24 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Nasional
Nasional

Pemerintah Siapkan Bantuan Masker dan Air Bersih untuk Warga Terdampak Karhutla

✍️ Yuliana 🕒 17 Oct 2026 👁️ 5x dibaca
Pemerintah menyiapkan penyaluran bantuan masker dan air bersih bagi masyarakat yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di wilayah Sumatera dan Kalimantan.
Pemerintah menyiapkan penyaluran bantuan masker dan air bersih bagi masyarakat yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di wilayah Sumatera dan Kalimantan. Foto: istimewa

monitorkayong.com – Pemerintah menyiapkan penyaluran bantuan masker dan air bersih bagi masyarakat yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di wilayah Sumatera dan Kalimantan. Bantuan tersebut ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sekaligus mengurangi dampak kabut asap terhadap kesehatan.

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, A. Muhaimin Iskandar, mengatakan bantuan akan segera disalurkan dengan memprioritaskan daerah yang terdampak kebakaran.

“Akan dikirimkan waktu dekat. Yang pasti daerah yang terdampak, Sumatera dan Kalimantan prioritas,” katanya seusai rapat di kantor Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Jakarta, Jumat (16/10/2026).

Berdasarkan data sistem pemantauan SiPongi Kementerian Kehutanan hingga Kamis (15/10/2026) malam, terdapat 799 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi di Indonesia. Jumlah tersebut meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan sehari sebelumnya yang tercatat sebanyak 372 titik.

Kalimantan Tengah menjadi provinsi dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni 389 titik. Berikutnya Sumatera Selatan dengan 122 titik, Kalimantan Barat sebanyak 42 titik, serta Jambi dan Kalimantan Selatan yang masing-masing mencatat 31 titik.

Peningkatan titik panas tersebut menunjukkan bahwa penanganan karhutla masih menjadi tantangan di sejumlah wilayah. Selain mengancam kawasan hutan dan habitat satwa, kebakaran juga menimbulkan kabut asap yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat.

Pemantauan kualitas udara berbasis partikel halus PM2.5 menunjukkan sejumlah wilayah di Sumatera dan Kalimantan mengalami pencemaran udara dalam kategori tidak sehat hingga sangat berbahaya.

Masyarakat di wilayah terdampak diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan, menggunakan masker, serta memberikan perlindungan lebih kepada kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil.

Penyaluran masker dan air bersih diharapkan dapat membantu masyarakat menghadapi dampak karhutla, terutama ketika kualitas udara memburuk dan kebutuhan air bersih meningkat.

Empat Petugas dan Relawan Meninggal dalam Kebakaran di Bromo

Di tengah penanganan karhutla di Sumatera dan Kalimantan, kabar duka datang dari kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur. Empat petugas dan relawan pemadam dilaporkan meninggal dunia setelah terjebak dalam kebakaran saat berupaya memadamkan api.

Dua personel lainnya mengalami luka serius dan masih menjalani perawatan di RSUD dr. Soetomo Surabaya hingga Jumat (16/10/2026).

Korban terakhir yang meninggal dunia adalah Hendra Rony Wagiyanta, personel TNBTS Wilayah I. Tiga korban lainnya ialah Sukaris, operator layanan operasional TNBTS; Sefriel Ardiansyah, petugas pemeliharaan hotel di kawasan TNBTS; serta Wisnu Yuda Pratama, petugas sekuriti hotel.

Kebakaran terjadi di dua lokasi, yakni Kembang Puncak Sari dan Pusung Lingker Timur, Desa Ngadirejo, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo. Enam personel gabungan dari TNBTS dan karyawan hotel dikerahkan untuk melakukan pemadaman secara manual.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief, mengatakan situasi berubah ketika api semakin membesar saat proses pemadaman berlangsung.

“Namun, saat pemadaman berlangsung, api semakin membesar dan mengepung keenam petugas,” kata Oemar.

Salah satu korban, Sefriel Ardiansyah, diketahui merupakan atlet panjat tebing yang tergabung dalam Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kota Probolinggo.

Ayah Sefriel, Lutfi Zulkifli, mengaku terpukul atas kepergian putranya. Ia menceritakan bahwa pada Kamis (15/10/2026) sekitar pukul 10.30 WIB, Sefriel sempat mengirimkan video ketika memantau kebakaran di kawasan Bromo dari tempat kerjanya.

Sekitar pukul 14.00 WIB, Lutfi menerima informasi dari Ketua Harian FPTI Kota Probolinggo, Iwan Rosyidi, bahwa putranya menjadi korban kebakaran. Ia bersama keluarga kemudian berangkat menuju Bromo, tetapi mendapat kabar bahwa Sefriel telah meninggal dunia setibanya di lokasi.

Lutfi mengaku belum memperoleh penjelasan lengkap mengenai bagaimana putranya bisa berada di lokasi kebakaran hingga menjadi korban.

“Dari pihak manajemen hotel menyampaikan ada kegiatan kerja bakti pagi harinya. Tapi bagaimana anak saya bisa sampai ke lokasi kebakaran, saya belum mendapat penjelasan,” ungkapnya.

Ia berharap manajemen hotel dan pengelola TNBTS memberikan penjelasan terbuka mengenai kronologi kejadian, termasuk kondisi yang menyebabkan para petugas dan karyawan terkepung api saat melakukan pemadaman.

Peristiwa tersebut menjadi pengingat pentingnya keselamatan personel dalam penanganan kebakaran, terutama di kawasan dengan kondisi medan dan pergerakan api yang sulit diprediksi.

Sementara itu, penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak karhutla di Sumatera dan Kalimantan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar warga selama kabut asap masih mengancam kesehatan dan aktivitas sehari-hari.

Y
YulianaEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update