Rabu, 04 Nov 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Daerah
Daerah

Pemkab Kayong Utara Godok Kajian Risiko Bencana 2027–2031 Demi Mitigasi Daerah yang Tangguh

✍️ M Fadli 🕒 04 Nov 2026 👁️ 2x dibaca
Sekretaris Daerah (Sekda) Kayong Utara, Erwin Sudrajat, membuka kegiatan Diskusi Publik Pelaksanaan Penyusunan Kajian Risiko Bencana (KRB) Kabupaten Kayong Utara.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kayong Utara, Erwin Sudrajat, membuka kegiatan Diskusi Publik Pelaksanaan Penyusunan Kajian Risiko Bencana (KRB) Kabupaten Kayong Utara. Foto: (PROKOPIM)

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kayong Utara mengambil langkah strategis guna mengantisipasi ancaman anomali iklim dan potensi kerawanan geografis wilayah dengan merancang dokumen perencanaan jangka panjang. Melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida), pemkab secara resmi membedah draf Kajian Risiko Bencana (KRB) untuk periode 2027–2031. Kebijakan proaktif ini diproyeksikan sebagai fondasi utama dalam merumuskan arah pembangunan daerah yang tahan terhadap ancaman kerusakan alam, sekaligus mengoptimalkan perlindungan keselamatan bagi seluruh warga.

Langkah awal penyusunan dokumen krusial tersebut dibuka secara langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kayong Utara, Erwin Sudrajat, dalam sebuah forum diskusi publik yang dilangsungkan di Kantor Bapperida. Di hadapan para perwakilan pemangku kepentingan, ia menegaskan bahwa dokumen kebencanaan ini dirancang bukan sekadar memenuhi kewajiban administratif semata. Lebih dari itu, instrumen tersebut memegang peranan krusial sebagai perisai pelindung keselamatan publik sekaligus pengaman aset investasi pembangunan fisik di daerah dari potensi kerugian material berskala besar.

Secara substansial, arah kebijakan penanggulangan bencana lima tahunan ini nantinya akan dilebur kedalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) serta Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) Kabupaten Kayong Utara. Dengan adanya integrasi regulasi tersebut, aspek mitigasi tidak lagi diposisikan sebagai penanganan darurat yang bersifat reaktif pasca kejadian semata. Ragam program maupun kebijakan sektoral yang dirumuskan oleh perangkat daerah di masa mendatang diwajibkan untuk mengkalkulasi potensi risiko ancaman sejak tahap perencanaan paling awal.

Guna menjamin validitas data serta akurasi pemetaan wilayah, proses penyusunan dokumen ini melibatkan partisipasi aktif dari lintas sektor. Forum diskusi tersebut turut dihadiri oleh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), berbagai instansi vertikal, unsur akademisi, pelaku dunia usaha, elemen komunitas masyarakat, hingga insan media. Pelibatan partisipatif ini diandalkan mampu memotret realitas kondisi lapangan secara utuh, sehingga rumusan strategi penanganan yang dihasilkan benar-benar relevan dengan karakteristik spesifik geografis setempat.

Pemerintah daerah menyadari sepenuhnya bahwa tantangan geografis Kayong Utara menyimpan tingkat kerawanan tersendiri terhadap berbagai jenis ancaman bencana, baik hidrometeorologi maupun potensi risiko lainnya. Oleh karena itu, kerangka kerja pentahelix yang menyatukan unsur pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat, dan media massa menjadi instrumen kunci dalam menumbuhkan budaya sadar bencana secara kolektif. Sinergitas menyeluruh ini dipandang mendesak agar mata rantai pengurangan risiko dapat berjalan secara berkesinambungan.

Ruang lingkup penanggulangan yang tertuang di dalam kajian komprehensif ini mencakup fase yang utuh dan menyeluruh, mulai dari tahapan prabencana, manajemen kedaruratan saat insiden terjadi, hingga tahapan pemulihan atau rehabilitasi pascabencana. Melalui instrumen perencanaan yang terstruktur matang ini, tata kelola pemerintahan diharapkan mampu bergerak lebih responsif dan sistematis. Pada muaranya, ikhtiar panjang tersebut diarahkan untuk mewujudkan masyarakat Kayong Utara yang kian aman, tangguh, serta mandiri dalam menghadapi dinamika ancaman alam di masa depan.

MF
M FadliEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update