Septears Rilis Melodrama, Album Perdana tentang Cinta dan Perpisahan
monitorkayong.com – Solois asal Malang, Septears, resmi merilis album perdana bertajuk Melodrama pada 28 September 2026. Album berisi delapan lagu ini mengangkat kisah perjalanan cinta, kehilangan, hingga perjuangan menerima kenyataan ketika masa depan yang direncanakan bersama seseorang tidak lagi dapat diwujudkan.
Melalui album tersebut, Septears yang memiliki nama asli Maria Tina Septiani menghadirkan sudut pandang berbeda tentang perpisahan. Bukan hanya kehilangan seseorang, tetapi juga menghadapi kenangan dan harapan yang pernah dibangun selama menjalin hubungan.
Delapan lagu dalam Melodrama merangkai perjalanan perasaan sejak cinta mulai tumbuh hingga hubungan berakhir. Cerita yang disampaikan menggambarkan bagaimana seseorang berusaha memahami perubahan, melepaskan harapan lama, dan menentukan langkah untuk melanjutkan kehidupan.
Salah satu lagu yang menjadi sorotan adalah Sia-sia. Lagu ini bercerita tentang usaha mempertahankan hubungan yang pada akhirnya tidak mampu membawa kedua pihak menuju tujuan yang sama.
Meski waktu terus berjalan dan perasaan dapat berubah, mimpi yang pernah dirancang bersama tidak selalu mudah dilupakan. Situasi tersebut menghadirkan pergulatan batin tentang mempertahankan harapan atau menerima kenyataan dan membuka lembaran baru.
Dari sisi musikalitas, Septears memadukan Pop Ballad dengan sentuhan Jazz. Aransemen yang cenderung tenang dan santai menjadi pendekatan untuk menyampaikan emosi tanpa menghadirkan suasana musik yang sepenuhnya muram.
Perpaduan tersebut memberi ruang bagi pendengar untuk menikmati melodi sekaligus menyelami cerita yang disampaikan melalui lirik.
Dikembangkan Selama Satu Tahun
Proses penggarapan Melodrama berlangsung sekitar satu tahun, dimulai pada September 2025. Septears menulis sendiri lirik-lirik dalam album tersebut, dengan tahapan produksi yang mencakup pengumpulan materi, workshop, penyusunan aransemen, rekaman, hingga penyelesaian produksi.
Dalam pengerjaannya, Septears berkolaborasi dengan Decky Anugrah yang bertindak sebagai produser, arranger, sekaligus pemain piano. Sejumlah musisi lain turut berkontribusi dalam pengisian instrumen dan proses produksi album.
Bagi Septears, salah satu bagian tersulit dari perpisahan adalah menerima kenyataan bahwa masa depan yang pernah dibayangkan bersama tidak akan terwujud sesuai harapan.
Melalui Melodrama, ia ingin menghadirkan karya yang dapat menemani pendengar dalam memahami perasaan tersebut, terutama bagi mereka yang sedang berusaha menerima perubahan dalam hubungan.
“Sering kali yang paling menyakitkan dari perpisahan bukanlah kepergiannya, melainkan harapan dan mimpi yang pernah dibuat bersama. Album ini hadir untuk memeluk kebingungan itu. Semoga lagu-lagu di dalam Melodrama bisa menjadi teman yang setia bagi pendengar yang pernah atau sedang merasakannya,” ungkap Septears.
Lebih dari sekadar bercerita tentang berakhirnya hubungan, Melodrama juga membawa pesan bahwa sebuah kisah tidak harus berakhir sesuai rencana agar pengalaman di dalamnya tetap memiliki arti.
Kenangan, perjuangan, dan pelajaran yang diperoleh selama menjalin hubungan tetap menjadi bagian dari perjalanan seseorang, meskipun akhirnya harus memilih jalan yang berbeda.
Album perdana Septears tersebut kini tersedia secara lengkap melalui berbagai platform pemutar musik digital.
