Sabtu, 24 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Daerah
Daerah

Tahan Laju Karhutla Gambut: Menguak Teknik Sekat Bakar Buatan Chanee Kalaweit di Kalimantan Tengah

✍️ M Fadli 🕒 15 Oct 2026 👁️ 2x dibaca
Perbandingan lahan yang terbakar vs tidak terbakar setelah dibuat sekat bakar oleh Yayasan Kalaweit tim di Paring Lahung, Kalteng
Perbandingan lahan yang terbakar vs tidak terbakar setelah dibuat sekat bakar oleh Yayasan Kalaweit tim di Paring Lahung, Kalteng Foto: instagram.com

Penyebaran titik panas (hotspot) akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih mengancam sejumlah wilayah di Pulau Kalimantan. Penanganan karhutla di kawasan lahan gambut memiliki tantangan ekstrem karena bara api tidak hanya membakar vegetasi di permukaan, tetapi juga terus membara secara tersembunyi jauh di dalam tanah. Untuk memutus rantai penyebaran api bawah tanah tersebut, pendiri Yayasan Kalaweit, Aurelien Francis Brule alias Chanee Kalaweit, menerapkan teknik pemisahan jalur khusus berupa pembuatan sekat bakar.

Penerapan metode sekat bakar buatan sepanjang sekitar 3,2 hingga 3,5 kilometer ini terbukti mampu menghentikan laju perambatan api di kawasan Paring Lahung, Kecamatan Montallat, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah. Langkah ini diambil guna mengamankan puluhan hektare hutan tersisa saat pemadaman konvensional secara langsung sulit meredam kobaran api yang meluas.

Mengapa Sekat Bakar Dibutuhkan pada Lahan Gambut?

Karakteristik tanah gambut yang kaya akan bahan organik kering menjadikannya bak "bahan bakar" raksasa saat musim kemarau. Api yang tampak padam di permukaan sering kali masih menyala aktif di bawah lapisan tanah. Jika hanya mengandalkan pemadaman permukaan atau penyiraman udara (water bombing), potensi pembentukan titik api baru tetap tinggi.

Oleh sebab itu, strategi memutus ketersediaan bahan bakar di sepanjang jalur penyebaran menjadi krusial. Kehadiran sekat bakar menciptakan zona steril tanpa bahan mudah terbakar sehingga api yang menjalar dari area yang sudah terbakar akan padam secara otomatis begitu menyentuh jalur pemisah ini. Selain itu, sekat bakar membuka akses bagi personil pemadam di lapangan untuk menjangkau lokasi-lokasi krusial secara lebih aman.

Cara Kerja dan Tahapan Pembuatan Sekat Bakar Buatan

Secara garis besar, sekat bakar terbagi menjadi dua kategori, yakni sekat bakar alami yang mengandalkan rintangan alam seperti sungai, rawa, jurang, atau danau, serta sekat bakar buatan yang dirancang langsung oleh manusia.

Teknik sekat bakar buatan yang dieksekusi oleh Chanee Kalaweit dan timnya menggunakan alat berat mencakup beberapa tahapan spesifik:

  1. Pembersihan Vegetasi Atas (Penebangan Pepohonan):

    Area pepohonan dan semak belukar pada jalur yang ditentukan dipangkas dan dibersihkan. Hal ini bertujuan untuk menghentikan laju api tajuk (api yang merambat antar-puncak pohon).

  2. Pengerukan Lapisan Gambut Bawah:

    Alat berat dikerahkan untuk memotong dan mengeruk lapisan gambut kering hingga dasar. Pengerukan dilakukan sampai menyentuh lapisan tanah berpasir atau material non-organik di bawahnya.

  3. Penyusunan Ulang Lapisan Pasir:

    Tanah berpasir yang telah dicapai kemudian dikembalikan dan diratakan di sepanjang permukaan jalur sekat. Lapisan pasir ini berfungsi sebagai benteng fisik Kedap api yang memutus pergerakan bara api di dalam tanah.

Langkah eksekusi sekat bakar dengan alat berat ini telah berkoordinasi langsung dengan pihak kementerian terkait guna menjamin legalitas dan ketepatan fungsi di lapangan.

Koordinasi dan Pernyataan Resmi

Dalam proses perizinan penggunaan alat berat di kawasan rawan karhutla tersebut, Menteri Kehutanan memberikan lampu hijau dengan syarat ketat agar penggunaan alat berat diarahkan secara tepat target.

“Kalau dalam keadaan sekarang, untuk mencegah kemudharatan yang lebih besar, saya izinkan. tapi betul - betul gunanya untuk sekat bakar,” kata Raja Antoni.

Merespons arahan tersebut, pihak aktivis lingkungan menjamin keterbukaan pengawasan selama pengerjaan pembuatan sekat pemisah api di lapangan.

“Kami juga akan pasti mengawasi. Saya pasti videokan (operasional alat berat),” balas Chanee.

Pemulihan dan Restorasi Pasca-Karhutla

Meskipun pembukaan sekat bakar terbukti efektif menahan rambatan karhutla, pengerjaan jalur pemisah buatan ini tidak boleh dibiarkan begitu saja setelah ancaman kebakaran mereda. Jalur terbuka yang ditinggalkan tanpa penanganan pasca-bencana berisiko memicu masalah baru, seperti alih fungsi lahan ilegal maupun kerusakan ekosistem yang berkelanjutan.

Oleh karena itu, setelah ancaman karhutla mereda, pembukaan jalur sekat bakar ini diserahterimakan dan dikembalikan penanganannya kepada dinas terkait. Tahapan restorasi dan revegetasi ulang akan dijalankan guna memulihkan kembali fungsi ekologis hutan yang sempat dijadikan pembatas darurat karhutla.

MF
M FadliEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update