Sabtu, 24 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Teknologi
Teknologi

Teknologi IoT Dipasang di Ketapang untuk Deteksi Dini Karhutla, Bisa Pantau 10 Kilometer

✍️ Yuliana 🕒 05 Oct 2026 👁️ 9x dibaca
Tim peneliti FMIPA Untan besama Wakil Bupati Ketapang Jamhuri Amir dan pihak terkait usai pemasangan perangkat pemantauan lingkungan berbasis IoT di Desa Tanjung Baik Budi, Ketapang.
Tim peneliti FMIPA Untan besama Wakil Bupati Ketapang Jamhuri Amir dan pihak terkait usai pemasangan perangkat pemantauan lingkungan berbasis IoT di Desa Tanjung Baik Budi, Ketapang. Foto: istimewa

monitorkayong.com – Tim peneliti FMIPA Universitas Tanjungpura (Untan) memasang dua perangkat pemantauan lingkungan berbasis Internet of Things (IoT) di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Teknologi tersebut dikembangkan untuk membantu mendeteksi perubahan kondisi lingkungan yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Dua perangkat dipasang di Desa Tanjung Baik Budi, Kecamatan Matan Hilir Utara, pada Sabtu (3/10/2026), dan Desa Sungai Besar, Kecamatan Matan Hilir Selatan, pada Minggu (4/10/2026).

Perangkat tersebut dilengkapi sejumlah sensor untuk memantau kondisi lingkungan. Di antaranya anemometer untuk mengukur kecepatan angin, sensor gas atau asap MQ2, sensor suhu dan kelembapan, serta sensor curah hujan.

Peneliti Program Studi Matematika FMIPA Untan, Nur’ainul Miftahul Huda, mengatakan sistem perangkat dirancang melakukan pembaruan data secara berkala.

“Sistem ini melakukan pembaruan data secara otomatis setiap 15 menit,” kata Nur’ainul.

Menurutnya, satu perangkat mampu memantau kondisi lingkungan hingga radius sekitar 10 kilometer. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis menggunakan pemodelan spasial-temporal untuk membaca perubahan lingkungan sekaligus menyusun prediksi potensi karhutla.

“Analisis tersebut digunakan untuk membaca pola perubahan lingkungan dan menyusun prediksi potensi karhutla,” paparnya.

Ketua Jurusan Rekayasa Sistem Komputer FMIPA Untan, Rahmi Hidayati, menjelaskan hasil pemantauan dapat digunakan untuk menentukan status kondisi lingkungan, mulai dari aman, siaga, hingga waspada.

Salah satu parameter yang diperhatikan adalah keberadaan asap. Perangkat tersebut juga menggunakan panel surya sebagai sumber energi dan jaringan 4G untuk mengirimkan data.

“Sata aktual dan hasil prediksi dapat diakses masyarakat melalui laman Siaga Api,” ujarnya.

Pemasangan perangkat di Ketapang menjadi bagian dari rangkaian riset mitigasi karhutla yang dilakukan tim FMIPA Untan di sejumlah wilayah Kalimantan Barat. Sebelumnya, perangkat serupa telah dipasang di Kota Pontianak, Kabupaten Landak, Kubu Raya, Sekadau, dan Sanggau.

Tim riset melibatkan akademisi dari Program Studi Matematika, Statistika, dan Rekayasa Sistem Komputer FMIPA Untan. Riset tersebut mendapat dukungan dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta LPDP.

Peneliti Program Studi Statistika FMIPA Untan, Nurfitri Imro’ah, mengatakan dua perangkat di Ketapang menjadi bagian akhir dari rangkaian ekspedisi pemasangan alat.

Perangkat di Desa Tanjung Baik Budi menjadi titik ketujuh dalam rangkaian pemantauan. Dengan bertambahnya titik di Ketapang, data dari berbagai wilayah dapat dihimpun untuk membantu analisis kondisi lingkungan dan potensi karhutla.

Di Ketapang, tim peneliti juga berkoordinasi dengan BPBD, Dinas Lingkungan Hidup, BMKG, UPT KPH Wilayah Selatan, pemerintah setempat, dan Masyarakat Peduli Api.

Wakil Bupati Ketapang Jamhuri Amir menyambut baik pemasangan perangkat tersebut. Ia berharap teknologi itu dapat membantu pemerintah melakukan deteksi dini apabila terjadi kebakaran.

“Alhamdulillah di Ketapang dapat dua unit, satu di Matan Hilir Utara dan Matan Hilir Selatan. Mudah-mudahan dengan alat ini kita dapat mengetahui secara dini kebakaran yang terjadi di Kabupaten Ketapang,” kata Jamhuri.

Ia bahkan berharap teknologi pemantauan tersebut dapat diperluas ke seluruh kecamatan di Kabupaten Ketapang.

“Minimal 20 kecamatan se-Kabupaten Ketapang. Tentu dengan pola kerja sama dengan pemerintah daerah. Kami siap demi kemaslahatan masyarakat,” ujarnya.

Y
YulianaEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update