Terminal Kijing Catat Ekspor 792 Ribu Ton, China Jadi Pasar Terbesar Kalbar
monitorkayong.com – Terminal Kijing di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, mencatat volume ekspor mencapai 792.507 ton dan impor sebanyak 328.806 ton selama Januari hingga September 2026. China menjadi negara tujuan ekspor sekaligus negara asal impor terbesar melalui terminal tersebut.
Kinerja ini memperkuat posisi Terminal Kijing sebagai salah satu pintu perdagangan internasional Kalimantan Barat, terutama untuk pengiriman komoditas unggulan dan pemenuhan kebutuhan bahan baku industri.
General Manager PT Pelindo Regional 2 Pontianak, Dewa Cipta Hadi, mengatakan Terminal Kijing terus mengembangkan layanan kepelabuhanan untuk mendukung kelancaran arus barang dan aktivitas perdagangan.
“Terminal Kijing terus memperkuat perannya sebagai salah satu simpul logistik dan perdagangan di Kalimantan Barat, terutama dalam mendukung aktivitas ekspor komoditas unggulan serta kebutuhan industri melalui layanan kepelabuhanan,” kata Dewa dalam kegiatan media gathering di Pelabuhan Kijing, Mempawah, Rabu (21/10/2026).
Berdasarkan data operasional Januari hingga September 2026, ekspor melalui Terminal Kijing didominasi minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) beserta produk turunannya, serta alumina.
China menjadi tujuan ekspor terbesar dengan volume 206.747 ton. Berikutnya, Singapura mencatat volume 102.928 ton, sedangkan Malaysia mencapai 98.904 ton.
Selain ketiga negara tersebut, pengiriman komoditas melalui Terminal Kijing juga menjangkau India, Arab Saudi, Mesir, dan sejumlah negara lainnya.
Di sisi impor, Terminal Kijing mencatat volume 328.806 ton selama sembilan bulan pertama 2026. Komoditas yang masuk antara lain soda kaustik (caustic soda), metanol, dan pupuk untuk memenuhi kebutuhan industri di Kalimantan Barat dan wilayah sekitarnya.
China kembali menempati posisi teratas sebagai negara asal impor dengan volume 109.771 ton. Malaysia berada di urutan berikutnya dengan 64.289 ton, disusul Rusia sebanyak 39.618 ton.
Menurut Dewa, penguatan layanan pelabuhan diperlukan untuk memperlancar distribusi barang, meningkatkan konektivitas perdagangan, serta memperkuat posisi Terminal Kijing dalam rantai pasok regional dan internasional.
Terminal Kijing Kembangkan Layanan Peti Kemas
Terminal Kijing merupakan terminal umum yang menjadi bagian dari pelabuhan utama dan mulai beroperasi pada 9 Agustus 2022. Infrastruktur ini juga ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016.
Untuk mendukung kegiatan operasional, terminal tersebut dilengkapi sejumlah peralatan bongkar muat, antara lain quay container crane, rubber tyred gantry, reach stacker, dan harbour mobile crane.
Pada 2026, Terminal Kijing mulai mengembangkan layanan peti kemas. Pelayanan perdana peti kemas berlangsung pada 10 Juni 2026, kemudian dilanjutkan dengan ekspor perdana peti kemas pada 29 Juni 2026.
Pengembangan layanan tersebut diharapkan memperluas kapasitas pelayanan pelabuhan sekaligus meningkatkan efisiensi logistik. Dengan dukungan infrastruktur dan layanan yang semakin beragam, komoditas unggulan Kalimantan Barat diharapkan mampu menjangkau pasar domestik maupun internasional secara lebih kompetitif.
