Sabtu, 24 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Ekonomi
Ekonomi

Wacana Rel Trans Kalimantan Kembali Mencuat, Aruk-Kijing Bisa Jadi Koridor Ekonomi

✍️ Yuliana 🕒 06 Oct 2026 👁️ 5x dibaca
Ilustrasi Kereta Api di Kalbar.
Ilustrasi Kereta Api di Kalbar. Foto: istimewa

monitorkayong.com – Gagasan pembangunan jalur kereta api yang menghubungkan berbagai wilayah di Pulau Kalimantan kembali menjadi perhatian. Setelah lebih dari satu dekade sejak rencana pembangunan rel Trans Kalimantan mencuat, jaringan kereta yang menghubungkan kota-kota besar di Kalimantan hingga kini belum terwujud.

Padahal, kebutuhan terhadap konektivitas transportasi di Kalimantan semakin besar. Jalur kereta api dinilai tidak hanya dapat digunakan untuk mengangkut penumpang, tetapi juga menjadi sarana distribusi hasil pertanian, perkebunan, industri hingga barang menuju pelabuhan dan kawasan perdagangan.

Pemerhati ekonomi-politik Kalimantan Barat, Agus Teladjan, menilai jaringan kereta api dapat dikembangkan untuk menghubungkan kawasan perbatasan dengan pusat ekonomi dan pelabuhan.

Salah satu gagasan yang ditawarkan yakni menghubungkan kawasan perbatasan Aruk di Kabupaten Sambas dengan Pelabuhan Kijing di Kabupaten Mempawah. Jalur tersebut kemudian dapat dikembangkan menuju pusat-pusat ekonomi di Kalimantan bagian timur hingga Kalimantan Utara.

“Jalur tersebut tidak sekadar menjadi rel kereta api, tetapi dapat berkembang menjadi tulang punggung koridor ekonomi Kalimantan,” tulis Agus.

Menurut gagasan tersebut, Aruk dapat berfungsi sebagai pintu masuk kawasan barat Kalimantan, sedangkan Pelabuhan Kijing menjadi salah satu simpul distribusi barang melalui jalur laut.

Konektivitas itu berpotensi memberikan jalur alternatif bagi pergerakan komoditas dari wilayah perbatasan dan sentra produksi menuju pelabuhan sebelum diteruskan ke pasar domestik maupun internasional.

Pernah Ditargetkan 2.000 Kilometer

Rencana pembangunan jaringan kereta api di Kalimantan sebenarnya telah dibicarakan sejak lama.

Pada 2015, pemerintah pernah menyampaikan rencana pembangunan rel sepanjang sekitar 2.000 kilometer yang menghubungkan Pontianak menuju Samarinda melalui Banjarmasin. Pembangunan ketika itu direncanakan mulai 2016 dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp25 triliun.

Namun, rencana tersebut tidak terealisasi sesuai jadwal.

Pengusaha Kalimantan Barat Andreas Acui Simanjaya mengatakan wacana pembangunan kereta api di Kalimantan sudah berulang kali muncul.

“Wacana jalur kereta api di Kalimantan sudah ada jejak zaman Belanda, kemudian sekitar tahun 2016 muncul lagi wacana ini pada zaman pemerintahan Jokowi,” kata Acui.

Menurutnya, berbagai persoalan seperti kondisi tanah, kawasan gambut, biaya pembangunan serta kepadatan penduduk sering menjadi tantangan dalam pembangunan rel di Kalimantan.

Meski demikian, persoalan tersebut dinilai perlu dijawab melalui teknologi dan skema pembiayaan yang sesuai agar pembangunan konektivitas tidak berhenti sebagai wacana.

Tak Hanya Angkutan Penumpang

Salah satu pertimbangan dalam pembangunan kereta api di Kalimantan adalah jumlah penduduk yang tidak sepadat Pulau Jawa.

Karena itu, fungsi kereta api dinilai tidak seharusnya hanya dihitung berdasarkan jumlah penumpang. Jalur tersebut juga dapat digunakan sebagai jaringan logistik untuk mengangkut hasil pertanian, perkebunan dan produk industri.

Acui menilai keberadaan transportasi yang lebih efisien dapat membantu menekan biaya distribusi barang.

“Belum lagi biaya transportasi hasil pertanian dari berbagai daerah di Kalimantan menuju kota juga mahal dengan waktu tempuh lebih lama dan medan yang berat,” katanya.

Dengan fungsi ganda sebagai angkutan penumpang dan logistik, jaringan kereta api berpotensi memperkuat hubungan antara daerah produksi, pusat perdagangan dan pelabuhan.

Aruk dan Kijing Punya Potensi Strategis

Rencana menghubungkan Aruk dan Kijing juga dinilai memiliki konteks ekonomi regional.

Aruk merupakan salah satu kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia di Kalimantan Barat. Sementara Pelabuhan Kijing di Kabupaten Mempawah dapat menjadi simpul distribusi barang melalui jalur laut.

Jika keduanya terhubung melalui jaringan transportasi yang terintegrasi, komoditas dari kawasan perbatasan dan sentra produksi dapat lebih mudah diarahkan menuju pelabuhan.

“Barang dari kawasan perbatasan dan pusat-pusat produksi Kalimantan dapat diarahkan melalui jaringan kereta api menuju pelabuhan, kemudian diteruskan ke pasar regional dan internasional,” tulis Agus.

Konsep tersebut juga memungkinkan pengembangan kawasan industri, pergudangan dan pusat distribusi di sekitar titik-titik stasiun tertentu.

Terhubung dengan Ekonomi Borneo

Peluang pembangunan konektivitas Kalimantan juga semakin relevan dengan perkembangan kerja sama ekonomi kawasan.

BIMP-EAGA Vision 2035 menempatkan konektivitas sebagai salah satu instrumen untuk memperkuat perdagangan, investasi dan jaringan produksi di kawasan Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia dan Filipina.

Kalimantan Barat menjadi bagian dari West Economic Corridor yang mencakup wilayah Kalimantan Barat, Brunei Darussalam, Sarawak, Sabah dan Labuan serta sejumlah wilayah Filipina.

Namun, kerangka BIMP-EAGA tidak secara otomatis berarti pembangunan rel Aruk-Kijing-Tarakan telah ditetapkan. Pembangunan jalur tersebut tetap membutuhkan kajian kelayakan, keputusan pemerintah, pembiayaan serta perencanaan teknis.

Hingga kini, konektivitas transportasi lintas Kalimantan masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kondisi geografis, kebutuhan investasi, pembebasan lahan hingga kajian lingkungan.

Meski demikian, wacana tersebut kembali membuka pembahasan mengenai pentingnya jaringan transportasi yang mampu menghubungkan perbatasan, kawasan produksi, pusat ekonomi dan pelabuhan.

Bagi Kalimantan Barat, pembangunan konektivitas seperti Aruk-Kijing berpotensi menjadi salah satu bagian dari strategi memperkuat posisi daerah dalam jalur perdagangan regional.

Y
YulianaEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update