Jumat, 06 Nov 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Daerah
Daerah

Jurnalis Masuk Sekolah, Pelajar Kayong Utara Belajar Mengenali Hoaks

✍️ Yuliana 🕒 06 Nov 2026 👁️ 0x dibaca
Pelatihan jurnalistik kepada pelajar melalui program Jurnalis Masuk Sekolah.
Pelatihan jurnalistik kepada pelajar melalui program Jurnalis Masuk Sekolah. Foto: istimewa

monitorkayong.com – Pelajar di Kabupaten Kayong Utara dibekali pengetahuan jurnalistik dan literasi media melalui program Jurnalis Masuk Sekolah. Kegiatan yang digagas Dinas Pendidikan Kayong Utara bersama Jurnalis Kayong Utara (JKU) ini bertujuan membangun kemampuan generasi muda dalam memilah informasi sekaligus menangkal penyebaran berita bohong atau hoaks di era digital.

Pelatihan berlangsung di Kecamatan Sukadana, Rabu (4/11/2026), dengan melibatkan perwakilan siswa dari sejumlah sekolah dan madrasah tsanawiyah (MTs). Para guru pendamping juga turut mengikuti kegiatan tersebut.

Ketua JKU, Muhammad Fauzi, mengatakan pengenalan jurnalistik kepada pelajar penting dilakukan seiring semakin mudahnya masyarakat mengakses dan menyebarkan informasi melalui media sosial.

Menurutnya, kemampuan jurnalistik tidak sebatas memahami teknik penulisan berita. Lebih dari itu, pelajar perlu memiliki kecakapan dalam mencari informasi, memeriksa kebenaran sumber, mengolah data, hingga menyampaikan informasi secara bertanggung jawab.

"Kami mengapresiasi Dinas Pendidikan Kayong Utara yang telah melibatkan JKU sebagai pemateri dalam kegiatan Jurnalis Masuk Sekolah ini. Para siswa dan guru pendamping tampak antusias mengikuti materi yang disampaikan," ungkap Fauzi setelah memberikan pelatihan di SMP Negeri 1 Sukadana.

Ia menilai, derasnya arus informasi digital membuat pelajar perlu memiliki kemampuan berpikir kritis agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya.

Terlebih, penyebaran hoaks masih menjadi tantangan di tengah tingginya penggunaan media sosial. Karena itu, kebiasaan memeriksa sumber dan memastikan keakuratan informasi perlu ditanamkan sejak lingkungan pendidikan.

"Di era digitalisasi sekarang, siapa pun bisa dengan mudah menerima maupun menyebarkan informasi. Karena itu, penting bagi siswa dan guru memahami bagaimana mengenali berita hoaks, memeriksa kebenaran sumber informasi, serta tidak terburu-buru membagikan informasi yang belum terverifikasi," jelasnya.

Fauzi berharap, kegiatan tersebut dapat membentuk pelajar yang tidak hanya memahami dasar-dasar jurnalistik, tetapi juga mampu menggunakan media digital secara bijak dan bertanggung jawab.

Ia juga menekankan pentingnya peran sekolah dan guru dalam menumbuhkan budaya literasi informasi. Pendampingan yang berkelanjutan dinilai dapat membantu siswa semakin cermat dalam menerima maupun menyebarkan informasi.

Melalui program Jurnalis Masuk Sekolah, kolaborasi antara insan pers dan dunia pendidikan di Kayong Utara diharapkan semakin kuat. Selain meningkatkan wawasan jurnalistik, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menciptakan generasi muda yang kritis, berintegritas, dan mampu menyampaikan informasi secara akurat serta berimbang.

Y
YulianaEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update