Jumat, 06 Nov 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Teknologi
Teknologi

Teknologi Robotik Mulai Dimanfaatkan untuk Pemulihan Pasien di Kuching

✍️ Yuliana 🕒 06 Nov 2026 👁️ 0x dibaca
Ahli Fisioterapis di Normah Medical Specialist Centre tengah menjelaska cara kerja Robotic Rehabilitation.
Ahli Fisioterapis di Normah Medical Specialist Centre tengah menjelaska cara kerja Robotic Rehabilitation. Foto: istimewa

monitorkayong.com – Teknologi robotik mulai dimanfaatkan untuk mendukung proses pemulihan pasien dengan gangguan gerak dan berbagai kondisi medis lainnya. Salah satunya diterapkan Normah Medical Specialist Centre di Kuching, Sarawak, Malaysia, melalui layanan Robotic Rehabilitation yang menggabungkan perangkat robotik dengan pendampingan fisioterapis profesional.

Pemanfaatan teknologi tersebut ditujukan untuk membantu pasien mengembalikan kemampuan fungsional tubuh secara bertahap. Sejumlah pasien yang sebelumnya mengalami keterbatasan gerak dilaporkan menunjukkan perkembangan setelah menjalani program rehabilitasi.

Chief Executive Officer Normah Medical Specialist Centre, Dato Dr Au Yong Kien Hoe, menjelaskan bahwa teknologi rehabilitasi robotik menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan efektivitas penanganan pasien sekaligus mendukung kualitas hidup mereka.

Menurutnya, keberhasilan proses rehabilitasi tidak hanya bergantung pada perangkat teknologi, tetapi juga pada keahlian tenaga medis, pemilihan metode terapi, serta keterlibatan pasien dan keluarga.

“Pasien-pasien yang mendapatkan layanan rehabilitasi fisioterapi di rumah sakit kami sudah banyak yang merasakan manfaatnya. Hasilnya, ada pasien yang menjalani terapi robotik sudah menunjukkan hasil positif selama 19 hari,” ujarnya, Rabu (4/11/2026).

Layanan tersebut didukung tim rehabilitasi yang memiliki keahlian dalam menangani berbagai kelompok usia dan kondisi kesehatan. Di antaranya fisioterapis spesialis neurologi, rehabilitasi anak, gangguan keseimbangan atau vestibular, serta terapi menggunakan perangkat robotik.

Sebelum menjalani program rehabilitasi, setiap pasien terlebih dahulu menjalani pemeriksaan menyeluruh. Hasil penilaian tersebut menjadi dasar penyusunan program terapi yang disesuaikan dengan kondisi, tingkat keterbatasan, dan target pemulihan masing-masing individu.

Teknologi rehabilitasi robotik ini dapat menjadi bagian dari penanganan pasien dengan gangguan neurologis, seperti stroke, penyakit Parkinson, serta cedera otak akibat benturan maupun kecelakaan.

Selain gangguan saraf, layanan rehabilitasi juga mencakup persoalan muskuloskeletal yang berkaitan dengan otot dan tulang. Kondisi tersebut meliputi nyeri punggung, leher, bahu, radang sendi, cedera olahraga, patah tulang, hingga cedera ligamen dan tendon.

Penanganan juga diberikan kepada pasien dengan gangguan jantung dan pernapasan, termasuk mereka yang sedang menjalani pemulihan setelah operasi jantung maupun serangan jantung.

Untuk pasien anak, rehabilitasi mencakup penanganan cerebral palsy atau lumpuh otak serta keterlambatan perkembangan global (Global Developmental Delay).

Dato Dr Au Yong mengatakan, pengembangan layanan rehabilitasi turut didukung peningkatan kompetensi tenaga terapis melalui pendidikan dan pelatihan berkelanjutan. Sejumlah terapis juga telah mendapatkan pelatihan khusus untuk mengoperasikan perangkat robotik.

Dalam penerapannya, departemen rehabilitasi menggunakan pendekatan Evidence-Based Practice (EBP), yakni metode penanganan yang mengacu pada bukti ilmiah dan perkembangan penelitian medis.

Pendekatan tersebut bertujuan memastikan setiap program terapi disesuaikan dengan kebutuhan pasien dan didukung pertimbangan medis yang tepat.

Normah Medical Specialist Centre juga menyediakan paket rehabilitasi yang menggabungkan terapi robotik dengan fisioterapi atau terapi okupasi. Paket enam sesi ditawarkan seharga RM1.685, terdiri atas tiga sesi terapi robotik dan tiga sesi fisioterapi atau terapi okupasi.

Sementara paket empat sesi dibanderol RM1.135 dengan komposisi dua sesi terapi robotik dan dua sesi fisioterapi atau terapi okupasi. Untuk pasien warga negara asing, terdapat tambahan pajak penjualan dan jasa (SST) sebesar 6 persen.

Melalui penggabungan teknologi robotik dan tenaga fisioterapis profesional, rehabilitasi medis terus mengalami perkembangan. Pemanfaatan teknologi ini menjadi salah satu contoh bagaimana inovasi di bidang kesehatan dapat mendukung proses pemulihan dan membantu pasien memperoleh kembali kemampuan fungsional tubuhnya.

Y
YulianaEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update